Belajar dari Kecelakaan Mengerikan di Aceh Besar, Ini Pentingnya Crash Cushion

Kecelakaan nahas terjadi di Aceh Besar. Sebuah mobil Honda Brio menabrak pembatas jalan. Ngerinya, besi pembatas jalan tersebut menusuk mobil hingga menembus ke belakang.
Kecelakaan Mengerikan di Aceh Besar
Foto: Kecelakaan mengerikan di Aceh Besar (Antara)

ACEHSATU.COMKecelakaan nahas terjadi di Aceh Besar. Sebuah mobil Honda Brio menabrak pembatas jalan. Ngerinya, besi pembatas jalan tersebut menusuk mobil hingga menembus ke belakang.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan rekomendasi agar pembatas jalan dipasang bantalan atau peredam benturan. Bantalan yang biasa disebut sebagai crash cushion itu membantu mengurangi dampak fatal.

KNKT menyebut, dengan dipasangnya peredam benturan atau crash cushion pada pagar pengaman jalan, jika tertabrak maka kendaraan tidak tertusuk ujung pagar. Sebab, bentuk ujung pagar dibuat tumpul melengkung.

Lebih lanjut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam sebuah unggahan di instagram menjelaskan pentingnya crash cushion itu. Crash cushion biasanya berbentuk tumpul dan diberi warna kuning terang.

Kecelakaan Mengerikan di Aceh Besar
Foto: Kecelakaan mengerikan di Aceh Besar (Antara)

“Crash cushion memiliki peran penting dalam mengurangi fatalitas kecelakaan kendaraan yang menabrak ujung pagar pengaman jalan. Crash cushion sangat efektif dipasang di jalan tol di mana banyak kendaraan dengan kecepatan tinggi dan tingkat risiko kecelakaan tabrak pembatas yang besar,” tulis Kementerian PUPR di instagram.

Beberapa ruas tol yang sudah dipasangi perangkat ini antara lain Tol Solo-Ngawi, Tol Semarang-Solo, Tol Batang-Semarang, dan Tol A.P. Pettarani.

Dalam video simulasi yang diunggah Kementerian PUPR, jika menabrak crash cushuion, maka mobil tidak tertusuk ujung besi pembatas jalan. Dalam simulasi tersebut tampak mobil tidak sampai tertusuk besi pembatas jalan.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan upaya itu memang bagus. Tapi, kembali lagi bagaimaana pemahaman pengguna jaalan terhadap bahaya kecelakaan.

“Lebih aman? Belum tentu, tergantung kecepatan benturan, sudut benturan dan material dari kendaraannya,” ujar Sony. (*)