Belajar dari Flu Burung, Ini Poin-poin yang Bisa Dilakukan Indonesia Tangani Virus Corona

Belajar dari Flu Burung, Ini Poin-poin yang Bisa Dilakukan Indonesia Tangani Virus Corona

ACEHSATU.COM – Pandemi virus Corona masih belum mereda secara global, termasuk Indonesia. Mantan Ketua Komisi Nasional Penanganan Flu Burung Bayu Krisnamurthi menyebutkan setidaknya ada 12 hal yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi Corona.

Bayu mengatakan pemerintah bisa belajar dari pengalaman menghadapi wabah flu burung beberapa tahun lalu. Poin pertama, kata Bayu, harus adanya sebuah komando dalam penanganan.

“Yang dimaksud komando itu bukan secara struktural, tapi langkah kerjanya yang komando, ada sinkron. Misalnya itu dulu pernah di Surabaya ada lebih dari 100 desa buat lockdown swadaya. Buat saya itu tampaknya pemerintah daerah dan pusat jadi kebingungan,” kata Bayu dalam diskusi virtual bertajuk ‘Mewujudkan Sinergi Berbagai Komponen Bangsa Dalam Menghadapi Wabah COVID-19’, Selasa (28/4/2020).

Langkah kedua yang juga mesti dilakukan pemerintah, menurut Bayu, adalah penanganan masalah sosial politik akibat pandemi Corona. Bayu mengungkapkan pemerintah saat ini terlihat hanya berfokus pada update penanganan kesehatan saja.

“Kesehatan memang betul adalah core-nya, tapi harus bersama-sama sosial politiknya. Jadi tiap hari yang di-update itu bukan cuman kesehatan saja. Tapi gimana politiknya, gimana sosialnya, siapa yang menganggur, ada berapa dan solusinya apa,” tandasnya.

Komunikasi yang terbuka dengan masyarakat juga menjadi hal yang harus terus dilakukan pemerintah. Bayu menuturkan di tengah derasnya informasi tentang Corona di masyarakat, pemerintah harus mampu memberikan informasi yang terbuka dan jelas agar tidak terjadi kebingungan di tengah masyarakat.

Termasuk menjaga stok pangan dan logistik. Dia mengatakan penanganan virus Corona harus dilakukan secara merata dan menyasar wilayah pedesaan.

“Di Jakarta saja jumlah perawat, dokter itu kekurangan, apalagi di desa. Jadi begitu desa kena, maka berikutnya yang kena merembet ke pangan dan kalau itu terjadi maka yang di kota juga kena dampaknya,” jelas Bayu.

Persoalan kesempatan kerja dan pendapatan juga jadi hal yang mesti diperhatikan pemerintah. Bayu lantas menyoroti langkah program Kartu Pra Kerja. Dia menilai bantuan bantuan langsung tunai menjadi hal yang lebih relevan diberikan kepada masyarakat.

Mengingat virus Corona adalah wabah baru yang dialami banyak negara, pemerintah dirasa perlu menggandeng para ilmuwan nasional dalam menjawab tantangan virus ini. Pemerintah harus membuka ruang kerjasama penanganan virus Corona dengan banyak negara lain.

Dua langkah terakhir ialah peningkatan kapasitas dan fasilitas. Dia menjelaskan ke depannya pemerintah harus melihat wabah Corona sebagai sesuatu yang mungkin bisa terulang. Untuk itu, dia mengharapkan adanya internalisasi dalam penanganan virus tersebut.

“Artinya, kita selalu dengar jumlah orang yang meninggal karena demam berdarah atau TBC itu lebih tinggi dibanding Corona, nah menurut saya ini juga akan terjadi dengan virus Corona,” katanya.

“Artinya mari kita untuk melihat virus ini jadi bagian yang akan ada terus di Indonesia sehingga kita punya bagian penanganan yang sistematik, bukan secara darurat saja,” sambung Bayu. (*)