Bekas Pasar Ikan Peunayong Banda Aceh Jadi Pusat Kawasan Wisata Kuliner

"Hadirnya pembangunan wisata kuliner ini akan melahirkan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,"
Bekas Pasar Ikan Peunayong Banda Aceh Jadi Kawasan Wisata Kuliner
Ilustrasi - masterplan pembangunan pusat wisata kuliner Banda Aceh

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Bekas pasar ikan Peunayong Banda Aceh jadi pusat kawasan wisata kuliner.

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mendukung penuh pembangunan pusat wisata kuliner di ibu kota provinsi Aceh itu karena dinilai dapat meningkatkan perekonomian warga terutama pelaku UMKM.

“Pembangunan pusat wisata kuliner ini berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat apalagi berada di tengah pasar,” kata Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Usman, di Banda Aceh, Kamis. 

Pemerintah Banda Aceh telah melakukan peletakan batu pertama (ground breaking)

pembangunan penataan kawasan bekas pasar ikan Peunayong Banda Aceh menjadi kawasan wisata kuliner. Ditargetkan selesai hingga akhir tahun.

Usman mengatakan, penataan pasar tersebut sangat berdampak positif terhadap pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat khususnya para pelaku usaha kecil. 

“Apalagi posisinya sangat strategis, dan banyak dikunjungi, ditambah lagi lokasinya berada di tepi sungai Krueng Aceh,” ujarnya.

Usman menyampaikan, dengan adanya kawasan wisata kuliner Peunayong tersebut, maka menambah objek wisata di Banda Aceh,

sehingga menarik perhatian dan wisatawan untuk berkunjung. Akhirnya bisa meningkatkan PAD kota setempat.

Usman mengapresiasi Pemerintah Banda Aceh karena sudah membangun tempat kuliner demi pengembangan wisata dengan harapan bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Kawasan wisata ini bukan saja bisa meningkatkan ekonomi bagi masyarakat, melainkan juga dapat menjadikan Banda Aceh lebih maju,” kata politikus PAN itu.

Sementara itu, Wali kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, pembangunan pusat wisata kuliner tersebut dapat mengubah wajah baru Banda Aceh serta akan ada multiplier effect terhadap pembangunan ekonomi.

“Hadirnya pembangunan wisata kuliner ini akan melahirkan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Aminullah.

Dirinya berharap, pembangunan kawasan wisata kuliner tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu lebih kurang 180 hari, terhitung sejak 22 Juni hingga 15 Desember 2022.

“Kita berharap dukungan dari semua pihak mulai dari Forkopimda, Kecamatan, Keuchik dan pihak dinas untuk mengawal pembangunan ini dengan baik, sehingga bisa selesai tepat waktu,” demikian Aminullah Usman.