Nanggroe

Beginilah Aktivitas Pasar Tradisional Kota Subulussalam di Hari Minggu

Suasana di Gerbang Masuk Arena Pasar Tradisional Kota Subulussalam. Foto direkam pada Minggu (13/3/2016). (ACEHSATU.COM/NUKMAN ARUNG)

Suasana di Gerbang Masuk Pasar Tradisional Kota Subulussalam. Foto direkam pada Minggu (13/3/2016) | ACEHSATU.COM/NUKMAN ARUNG

Laporan Nukman Arung

ACEHSATU.COM, SUBULUSSALAM — Kota Subulussalam memiliki pasar tradisional mingguan yang hingga kini masih terus eksis dan bertahan. Pasar tersebut berada di dalam Komplek Terminal Terpadu Kota Subulussalam.

Kegiatan pasar terjadi setiap hari Minggu. Memasuki harinya, arena pasar secara otomatis akan ramai oleh ratusan pedagang yang membuka lapak dagangannya dengan berbagai macam jenis barang yang dijajakan kepada pembeli.

Pemandangan ini setidaknya seperti terekam pada Minggu (13/3/2016). Para pedagang sudah sejak dinihari mempersiapkan tenda-tenda dadakan terlihat menyesaki lokasi terminal.

Menariknya, pasar yang terletak di antara dua desa sekaligus, yaitu Desa Subulussalam dan Desa Subulussalam Utara itu, tidak hanya diramaikan pedagang lokal Kota Subulussalam saja. Namun, tak jarang juga para pedagang dari luar daerah, seperti Aceh Singkil bahkan dari provinsi Sumatera Utara turut berdagang di Pasar Tradisional Kota Subulussalam.

Hampir seluruh kebutuhan masyarakat dapat dengan mudah ditemui di pasar ini. Maka tak heran jika ratusan hingga ribuan masyarakat pembeli dari berbagai pelosok Kota Subulussalam seketika tumpah mencari kebutuhannya masing-masing.

Terlebih lagi, jalan Nyak Adam Kamil, yaitu jalan masuk menuju komplek pasar, selalu tampak macet oleh aktivitas angkutan massal jenis becak berlalu lalang dan keluar masuk komplek pasar tradisonal mengangkut penumpang, sehingga jalan sulit dilalui oleh pengguna jalan lainnya.

Hal serupa juga berlaku pada setiap hari Minggu sebelumnya. Sekalipun Pemerintah Daerah telah merelokasi pasar yang baru ke tempat lain, namun sejumlah pedagang tetap saja memilih bertahan berjualan di komplek terminal ini. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top