oleh

Begini Perjalanan Jokowi-Ma’ruf Hingga Hari Pelantikan Presiden-Wapres RI

-Nasional-63 views

ACEHSATU.COM – Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin akan resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden 2019-2024. Merunut ke belakang, begini perjalanan pasangan tersebut hingga bisa menduduki posisi RI-1 dan RI-2.

Jokowi-Ma’ruf Amin (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Seperti diketahui, ini adalah periode kedua Jokowi sebagai presiden. Bila sebelumnya dia menggandeng Jusuf Kalla, di periode keduanya ini Jokowi berdampingan dengan Ketum MUI Ma’ruf Amin.

Keduanya diusung oleh PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura, dan PKPI. Ada pula PSI, Perindo, dan PBB yang mendukung. Pada Pilpres 2019 yang lalu, Jokowi-Ma’ruf berhadapan dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berikut perjalanan singkat Jokowi-Ma’ruf hingga pelantikan siang ini

Deklarasi Jokowi-Ma’ruf

Jokowi secara resmi menyatakan maju lagi di Pilpres 2019 pada 9 Agustus 2018 di Restoran Plataran Menteng. Dia sekaligus mengumumkan Ma’ruf Amin.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi.

“Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma’ruf Amin,” imbuhnya.

Pengumuman ini dihadiri oleh seluruh ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja. Pengumuman nama Ma’ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Daftar ke KPU

Sehari setelahnya, Jokowi-Ma’ruf mendaftar ke KPU pada 10 Agustus 2018. Awalnya, mereka lebih dahulu berangkat Gedung Joang ’45. Alasannya, Gedung Joang ’45 adalah tempat penggemblengan politik Bung Karno, Bung Hatta, Adam Malik.

Dari Gedung Joang ’45, Jokowi-Ma’ruf lalu mendatangi Kantor KPU untuk menyerahkan dokumen syarat-syarat pencalonan. Mereka didampingi oleh ketum-ketum parpol koalisi.

Visi-Misi Jokowi-Ma’ruf

Di Pilpres 2019, pasangan nomor urut 01 ini mengusung visi ‘Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong’.

Berikut misi Jokowi-Ma’ruf

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia.
2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.
4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.
5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.
6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.
8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya.
9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

TKN Dibentuk

Nama ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sempat menjadi tanda tanya. Hingga akhirnya nama Erick Thohir diumumkan pada 7 September 2018. Erick sendiri hadir langsung saat pengumuman. Para sekjen partai pengusung dan pendukung Jokowi-Ma’ruf yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) hadir.

7 Bulan Masa Kampanye

Masa kampanye Pemilu 2019 berjalan panjang selama 7 bulan dari 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Dalam kurun waktu itu, keduanya keliling ke daerah di Indonesia dan beberapa kali mengadakan kampanye terbuka.

Selama masa kampanye, KPU juga mengadakan 5 kali debat dengan berbagai tema. Ada debat Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandiaga, Jokowi vs Prabowo dan Ma’ruf vs Sandiaga.

Kampanye dan debat selama 7 bulan dipenuhi dinamika politik yang panas. Kedua pasangan sama-sama berupaya meluruskan hoax dan fitnah yang menerpa.

Persaingan antara kedua pasangan juga tercermin lewat hasil survei yang penuh dinamika. Hingga akhirnya kampanye berakhir pada 13 April 2019 dan dilanjutkan dengan masa tenang.

Hari Pencoblosan dan Hasil Quick Count

Pencoblosan Pemilu 2019 berlangsung pada 17 April 2019. Tak hanya memilih presiden-wakil presiden, masyarakat Indonesia juga memilih anggota legislatif yang akan mewakili mereka.

Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi mencoblos di kediaman mereka masing-masing. Setelah waktu pencoblosan usai, hasil quick count langsung bermunculan.

Saat itu, mayoritas hasil quick count mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf. Namun, Prabowo saat itu tetap mengklaim unggul berdasarkan quick count internal pihaknya.

Rekapitulasi Suara

Penghitungan suara dari tahap TPS hingga nasional juga penuh dinamika, mulai dari penghitungan di lapangan sampai Situng. Akhirnya, rekapitulasi nasional KPU selesai pada 21 Mei 2019 dini hari.

Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

Dengan demikian, Jokowi-Ma’ruf memenangkan Pilpres 2019.

Gugatan ke MK

Hasil Pilpres 2019 yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf itu lalu digugat oleh Prabowo-Sandiaga ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan didaftarkan pada 14 Juni 2019.

Sidang lalu berjalan dengan drama saksi-saksi. Hingga akhirnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 27 Juni 2019.

Pada malam harinya, Jokowi langsung memberi pernyataan. Dia meminta semua pihak menghormati putusan itu.

Jokowi-Ma’ruf Ditetapkan Jadi Presiden-Wapres Terpilih

Penetapan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden-wapres terpilih dibacakan Ketua KPU Arief Budiman pada 30 Juni 2019. Jokowi dan Ma’ruf turut hadir dalam pleno terbuka ini.

Selain Jokowi-Ma’ruf, elite dari Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja turut hadir. Sedangkan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang kalah di Pilpres 2019 tidak hadir dan diwakili saksi kubu 02.

Pleno ini digelar tiga hari pasca sidang putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). (*)

Komentar

Indeks Berita