oleh

Begini Pengakuan Dua Oknum Polisi Bawa Ganja 130 Kg dengan Mobil Patroli

ACEHSATU.COM | ACEH TENGGARA – Dua oknum polisi yang ditangkap karena membawa 130 kg ganja di Aceh Tenggara, Aceh mengatakan barang tersebut bakal dibawa ke Medan, Sumatera Utara. Ganja itu disebut sudah siap edar.

“Mereka mengaku mengambil 130 Kg ganja siap edar di kawasan Desa Agusen, Kecamatan BlangKejeren, Gayo Lues dengan tujuan Medan, Sumatera Utara,” kata Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara Iptu Rahmad dikonfirmasi detikcom, Sabtu (8/12/2018).

Mereka yang ditangkap adalah Jon Kanedi (32), dan Aldian Mudesya Desky (32). Keduanya berpangkat brigadir dan berdinas di Polres Gayo Lues.

Rahmad mengatakan keduanya baru pertama kali mencoba membawa ganja ke Medan. Keduanya ditangkap saat membawa ganja menggunakan mobil patroli milik Satuan Shabara Polres Gayo Lues.

BACA: Gawat, Kini Mobil Patroli Polisi Dijadikan Transportasi untuk Mengedar Ganja di Aceh Tenggara

“Sebelum mereka berhasil membawa barang haram itu ke Medan. Kita berhasil menangkapnya. Dari pengakuan keduanya, mereka baru pertama kali membawa barang haram itu namun langsung kepergok,” ucap Rahmad.

Dia menilai dua oknum polisi tersebut nekat membawa ganja menggunakan mobil partroli karena kurangnya pengawasan.

“Ini mungkin akibat kurangnya pengawasan. Makanya mereka salah gunakan fungsi dari mobil patroli tersebut,” tuturnya.

Penangkapan itu terjadi pada Jumat (7/12/2018) dini hari. Tim gabungan bersama Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara menangkap dua oknum itu di kawasan wisata Lawe Sikap, Aceh Tenggara saat mengendarai mobil dinas patroli Sat Shabara Polres Gayo Lues.

BACA: Seorang Oknum Polisi Ditangkap, Diduga Terlibat Penjualan Sabu

Saat digeledah, di dalam mobil tersebut petugas menemukan barang bukti narkoba jenis ganja. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolres Aceh Tenggara penyelidikan lebih lanjut.

Polri mengatakan bakal menindak tegas kedua orang tersebut. Polri mengatakan 2 anggota itu juga akan disidang etik.

“Sudah diproses oleh Polres baik pidananya dulu, apabila sudah vonis akan proses sidang Kode etik profesinya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/12).

Sumber: detik.com

Komentar

Indeks Berita