oleh

Begini Masa Depan e-commerce

-Kolom-773 views

ACEHSATU.COM – Mendengar istilah e-commerce tentu sudah tidak asing lagi bagi generasi masa kini yang sudah berkecimpung dalam revolusi industri 4.0. Lantas apakah itu e-commerce?

E-commerce secara umum dapat diartikan sebagai transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet.

Selain itu, e-commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan memakai teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran atau penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik.

Pola perdagangan menemui babak baru. Era digital yang datang mengubah tatanan pola perdagangan yang sudah ada selama ini. Digitalisasi pola perdagangan memberikan peluang baru dengan bermunculan perdagangan online atau e-commerce di Indonesia.

Hal ini lah yang kemudian dibidik oleh para marketing. Masyarakat lebih dekat dengan gawai dan internet dibandingkan dengan media offline lain.

Inilah alasan tidak terbantahkan seluruh jurus maketing dan memperkenalkan produk perusahaan hijrah dari koran ke internet.

Namun seperti tren lain yang berkembang, tren marketing melalui internet juga masih terbilang baru dan harus dipelajari.

Lalu muncullah ide baru dalam dunia pendidikan untuk menerapakan jurusan e-commerce di universitas demi memenuhi permintaan pasar dalam memenuhi kebutuhan pertumbuhan ekonomi.

Jurusan ini fokus pada bagaimana memanfaatkan konsep marketing, strategi bisnis dan computer science untuk mengembangkan bisnis baru atau untuk mentransformasi bisnis baru menggunakan internet dan juga teknologi informasi.

Jurusan e-commerce biasanya dimulai dengan kombinasi dari beberapa pelajaran umum di bidang teknologi dan basic management.

Selanjutnya, kamu akan difokuskan pada bagaimana e-commerce dapat digunakan untuk menciptakan sebuah bisnis atau mengembangkan kualitas dari bisnis yang sudah berjalan.

Lalu bagaimanakah masa depan dunia marketing dengan e-commerce?

Tahun depan potensi kenaikan pasar bisa mencapai Rp 300 triliun. Saat ini dalam pantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika ada sekitar 73 juta orang sebagai pengguna internet aktif. Lalu sekitar 7% pengguna internet ini sering melakukan jual-beli via internet.

Pertumbuhan e-commerce didorong oleh akses internet yang semakin cepat. Ini membuat makin banyak orang yang melek online, dan penggunaan ponsel pintar lebih semakin membludak.

Ada pepatah marketing mengatakan, “Pergilah dimana konsumenmu berada!”. Bagi pelaku usaha e-commerce, engagement media sosial yang efektif adalah nilai yang sebenarnya.

Platform tersebut menawarkan pendekatan yang inovatif kepada konsumen pemula, menarik dan memberikan reward kepada konsumen yang sudah ada, serta memamerkan brand terbaik yang kamu tawarkan.

Tanpa dipungkiri, profil jaringan sosial kamu dan konten yang kamu bagikan sama pentingnya dengan papan nama toko dan barang yang dijajakan di era saat ini.

Pebisnis yang menjual barang kebutuhan sekunder dan produk non-personal akan merasakan pukulan di beberapa tahun terakhir akibat berkembangnya konsep Ekonomi Berbagi (Sharing Economy).

Misalnya, kemunculan Airbnb telah menangani ruangan atau properti yang sebelumnya jarang dihuni.

Bisnis ini hadir dengan tipe yang berbeda namun tetap memegang konsep yang sama yaitu menyewakan tempat tinggal. Sharing Economy telah mengusik aturan main dibeberapa industri (Gojek, Maxim, dan Grab adalah contoh lainnya) dengan menawarkan cara-cara inovatif terhadapat layanan produk dan servis.

Konsumen kini hanya melakukan pembayaran atas kegunaan dan bukan hak milik. Tren ini akan berdampak besar bagi e-commerce dan mempengaruhi pola bisnis tradisional yang ada.

Ketika pemilik bisnis ritel berpindah ke e-commerce untuk memperluas jangkauan mereka, konsumen juga akan semakin terbiasa untuk berbelanja online.

Lantas, apakah ini berarti bahwa konsumen akan lebih jarang mengunjungi toko fisik akibat dianggap tidak praktis?

Kita memang tidak pernah tahu jawaban yang sebenarnya, namun yang jelas konsep toko fisik memerlukan sedikit transformasi untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik. Peranan yang dimiliki toko fisik akan berubah sesuai dengan tujuan dan lokasinya.

Manfaat penggunaan E-Commerce

Melewati batasan geografis

Jika Anda memiliki toko fisik, Anda dibatasi oleh wilayah geografis yang dapat Anda layani. Dengan situs web e-commerce, seluruh dunia adalah taman bermain Anda. Selain itu, munculnya e-commerce pada perangkat mobile, telah memutuskan segala keterbatasan geografis yang tersisa.

Mendapatkan pelanggan baru lewat search engine

Ritel fisik didorong oleh brand dan hubungan. Selain itu, ritel online juga didorong oleh lalu lintas dari mesin pencari. Bukan hal baru bagi pelanggan untuk mengikuti link dalam hasil pencarian mesin pencari, dan mendarat di sebuah situs e-commerce yang mereka belum pernah dengar sebelumnya.

Biaya lebih rendah

Salah satu sisi positif paling nyata dari e-commerce adalah biaya yang lebih rendah. Bagian dari biaya-biaya lebih rendah ini dapat diteruskan kepada pelanggan dalam bentuk pemberian diskon.

Mencari produk lebih cepat

Hal ini tidak lagi tentang mendorong keranjang belanja ke lorong yang benar, atau produk yang diinginkan. Di sebuah situs e-commerce, pelanggan dapat mengklik navigasi intuitif atau menggunakan kotak pencarian untuk segera mempersempit pencarian produk mereka. Beberapa situs web mengingat preferensi pelanggan dan daftar belanja untuk memfasilitasi pembelian berulang.

Mengeliminasi waktu dan biaya perjalanan

Kadang-kadang pelanggan melakukan perjalanan jauh untuk mencapai toko fisik yang mereka sukai. E-commerce memungkinkan mereka untuk mengunjungi toko yang sama secara virtual, hanya dengan beberapa kali klik.

Memberikan perbandingan berbelanja

E-commerce memfasilitasi perbandingan berbelanja. Ada beberapa layanan online yang memungkinkan pelanggan untuk menelusuri beberapa pedagang e-commerce dan menemukan harga terbaik

Transaksi, tawar-menawar, kupon, dan pembelian secara berkelompok

Meskipun ada setara fisik untuk transaksi, tawar-menawar, kupon, dan pembelian secara berkelompok, belanja online membuatnya jauh lebih nyaman.

Memberikan banyak informasi

Ada keterbatasan jumlah informasi yang dapat ditampilkan di toko fisik. Sulit untuk membekali karyawan untuk menanggapi pelanggan yang membutuhkan informasi di seluruh lini produk. Situs web e-commerce dapat membuat informasi tambahan dengan mudah untuk pelanggan. Sebagian besar informasi ini disediakan oleh vendor, dan tidak ada biaya apapun untuk membuat atau menjaganya.

Memudahkan komunikasi bisnis

Menggunakan informasi yang diberikan pelanggan dalam formulir pendaftaran, dan dengan menempatkan cookie di komputer pelanggan, seorang pedagang e-commerce dapat mengakses banyak informasi mengenai pelanggan. Hal ini, pada gilirannya, dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang relevan.

Buka sepanjang waktu

Situs web e-commerce dapat berjalan di semua waktu selama 24 jam sehari – 7 hari sepekan . Dari titik pandang pedagang, ini meningkatkan jumlah pesanan yang mereka terima.

Dari sekian banyaknya penggunaan e-commerce, lantas seberapa amankah penggunaannya?

Di media massa cukup banyak berita tentang pembobolan sistem keamanan Internet, akan tetapi umumnya vendor dan analis komputer berargumentasi bahwa transaksi di Internet jauh lebih aman daripada di dunia biasa.

Sebenarnya sebagian besar dari pencurian kartu kredit terjadi di sebabkan oleh pegawai sales yang menghandle nomor kartu kredit tersebut.

Sistem e-commerce sebetulnya menghilangkan keinginan mencuri tadi dengan cara meng-enkripsi nomor kartu kredit tersebut di server perusahaan. Untuk merchants, e-commerce juga merupakan cara yang aman untuk membuka toko karena meminimalkan kemungkinan di jarah, di bakar atau kebanjiran.

Hal yang paling berat adalah meyakinkan para pembeli bahwa e-commerce adalah aman untuk mereka.

Umumnya pengguna kartu kredit tidak terlalu mempercayai-nya, tapi para pakar e-commerce mengatakan bahwa transaksi e-commerce jauh lebih aman daripada pembelian kartu kredit biasa.

Setiap kali Anda membayar menggunakan kartu kredit di toko, di restauran, di glodok, di mangga dua atau melalui telepon 800 – setiap kali Anda membuang resi pembelian kartu kredit – Anda sebetulnya telah membuka informasi kartu kredit tersebut untuk dicuri.

Kepada pengguna pengguna yang aktif dalam ber-daring ria tetap harus memperhatikan keamanan dalam berbelanja online maupun menggunakan aplikasi lainnya karna kemungkinan kejahatan bisa saja terjadi dan tidak dapat dihindari sebab kelalaian maupun minimnya pengetahuan tentang situs-situs internet yang aman dan terpercaya.

Di Indonesia, pertumbuhan ekosistem e-commerce diprediksi akan terus meningkat. Dengan demikian, dalam beberapa tahun ke depan, aspek ekonomi Indonesia akan terdampak oleh keberadaan e-commerce. Mulai dari kebiasaan berbelanja konsumen, hingga lapangan pekerjaan.

Seperti dilansir dari TechinAsia.com, firma konsultan manajemen McKinsey & Company pada Agustus lalu merilis hasil riset mengenai status industri e-commerce Indonesia terkini, serta proyeksi perkembangannya selama beberapa tahun ke depan.

Pun demikian dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat melalui kemudahan e-commerce ini kita sangat berharap bahwa bangsa Indonesia tetap menjadi masyarakat yang selalu mengedepankan segala kearifan lokal.

Walaupun sudah banyak kemudahan dengan tanpa perlu lagi tatap muka hendaknya menjadi lebih bijaksana dalam menggunakan kemudahan-kemudahan tersebut, bukan malah menjadi bangsa yang selfish dikarenakan kemudahan yang sudah tersedia secara mudah dan murah ada kapan pun dan dimanapun.

Serta sudah menjadi kewajiban bagi bangsa untuk mendukung UMKM dan masyarakat untuk turut memberikan inovasi pemasaran bagi para marketer lokal yang masih menerapkan pemasaran secara tradisional. (*)

Komentar

Indeks Berita