Begini Kronologi Sekda DKI Saefullah Sakit, Positif Covid-19, Hingga Meninggal Dunia

Anies menunjuk Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati sebagai pelaksana harian (Plh) Sekda DKI. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Perintah Tugas Nomor 340/-082.74.
Sekda DKI Meninggal
Foto. Saefullah (Ari Saputra/detikcom)

ACEHSATU.COMSekda DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia setelah dinyatakan positif COVID-19. Saefullah diketahui merasa tak enak badan sejak 4 September 2020.

Kronologi Saefullah sakit hingga dinyatakan positif Corona diungkapkan oleh Wagub DKI, Ahmad Riza Patria (Ariza). Dia mengatakan Saefullah mengeluh tak enak badan sejak Jumat (4/9) lalu.

Berikut Kronologi Sekda DKI Saefullah Sakit dan Positif Covid-19

4-6 September 2020

Ariza mengatakan Saefullah merasa tidak enak badan sejak 4 September 2020. Saefullah lalu beristirahat di rumah.

“Sebetulnya sejak Jumat nggak enak badan. Istirahat di rumah Jumat, Sabtu, Minggu,” kata Ariza, Rabu (16/9/2020).

7 September 2020

DPRD DKI menggelar rapat paripurna pada Senin (7/9). Meski sempat sakit, Saefullah sebenarnya ingin hadir paripurna sebagai bentuk tanggung jawab.

“Karena tanggung jawab, beliau merasa harus hadir,” cerita Ariza.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Saefullah beristirahat dan tidak hadir pada rapat paripurna. Pada akhirnya, Saefullah sempat hadir, namun pulang di tengah rapat.

“Sebetulnya Pak Gubernur sudah mengingatkan tidak perlu hadir. Tapi beliau ketika itu hadir, tapi di perjalanan di persidangan tidak enak badan, kembali istirahat,” ungkapnya.

Momen Saefullah hadir di rapat paripurna itu juga sempat diungkap oleh Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik. “Senin lalu sih pas paripurna pertengahan, Sekda keluar (ruang rapat) dan tidak kembali,” ucapnya.

Kembali pada pernyataan Ariza, Saefullah kemudian dirawat di RSPAD dan dinyatakan positif Corona. Saefullah juga memiliki penyakit asam lambung dan sakit jantung.

Sekda DKI Saefullah (Foto. Lisye/detik.com)

12 September 2020

Sebelum 12 September 2020, tidak ada informasi bahwa Saefullah positif Corona. Lalu beredar kabar ada pejabat DKI positif Corona. Saat dikonfirmasi, Anies membenarkan hal itu dan menyebut mereka tak bergejala.

“Kita berharap mudah-mudahan cepat pulih dan beraktivitas kembali. Tapi mereka tanpa gejala,” kata Anies saat dimintai konfirmasi mengenai kabar tersebut seperti dilansir Antara, Sabtu (12/9).

14 September 2020

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik membenarkan bahwa pejabat DKI yang positif Corona adalah Saefullah. “Benar (Sekda DKI Saefullah terkena COVID-19),” ujar Taufik saat dihubungi, Senin (14/9/2020).

15 September 2020

Anies menunjuk Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati sebagai pelaksana harian (Plh) Sekda DKI. Penunjukan itu tertuang dalam Surat Perintah Tugas Nomor 340/-082.74.

“Sehubungan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta atas nama Saefullah tidak dapat melaksanakan tugas kedinasan dikarenakan sedang menjalani perawatan di rumah sakit dari tanggal 14 September 2020, dengan ini memerintah kepada Sri Haryati untuk melaksanakan tugas sebagai pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, terhitung sejak tanggal 14 September 2020, sampai dengan pejabat definitif melaksanakan tugas kembali,” demikian isi surat tersebut seperti dilihat, Selasa (15/9/2020).

16 September 2020

Pada pagi hari, Saefullah dikabarkan kritis. Anies pun mengirim pesan broadcast yang meminta doa untuk Saefullah.

“Pagi ini, saya mengajak semua dan setiap kita seluruh keluarga besar Pemprov DKI untuk kirimkan doa, dan kirimkan Al-Fatihah untuk kesembuhan Pak Sekda,” kata Anies dalam pesannya.

Saefullah tutup usia pada pukul 12.55 WIB. Anies lalu mengajak seluruh pihak untuk salat gaib.

“Saudara kita, sahabat baik kita, pribadi shaleh yang amat baik itu yang selama ini bekerja bersama kita .. telah dipanggil pulang ke rahmatullah,” ujar Anies. (*)