oleh

Begini Kronologi Rusuh Maut di Jayapura, Aparat Diserang Lebih Dulu

-Nasional-42 views

ACEHSATU.COM – Seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Praka Zulkifli, gugur akibat diserang mahasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen), Papua. Saat diserang, Praka Zulkifli sedang menyantap makan siang di sela tugas pengamanan unjuk rasa mahasiswa.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Kamal (Matius Alfons/detikcom)

“Massa atau mahasiswa pengunjuk rasa melakukan penganiayaan terhadap aparat keamanan TNI dan Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan. Akibat kejadian tersebut, satu orang anggota TNI meninggal dunia dan enam anggota Brimob mengalami luka-luka,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam siaran persnya, Senin (23/9/2019).

Berikut kronologi penyerangan mahasiswa terhadap aparat di Uncen:

Pukul 07.00 WIT

Sekitar 300 mahasiswa ingin membangun posko mahasiswa di auditorium Uncen. Hal itu ditolak pihak rektorat kampus. Pihak rektorat lalu meminta aparat TNI-Polri membubarkan mahasiswa.

“Selanjutnya personel gabungan BKO Brimob dan Polres Jayapura Kota langsung mendatangi kampus dan membubarkan mahasiswa. Kapolres Jayapura Kota melakukan negosiasi untuk mahasiswa dapat membubarkan diri,” ujar Kamal.

Pukul 11.00 WIT

Mahasiswa bisa dipulangkan dengan menggunakan truk dan mobil yang disediakan polisi dan situasi aman terkendali. Setelah naik ke bus dan truk, mereka diantar menuju Expo Waena, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari auditorium Uncen.

“Pada saat tiba di Expo, mahasiswa melihat ada seorang anggota TNI yang sedang makan dan dilakukan penyerangan, sehingga korban anggota TNI atas nama Praka Zulkifli Al Karim meninggal dunia,” ucap Kamal.

Bukan hanya Praka Zulkifli, 100 anggota Brimob yang sedang melakukan pengamanan turut diserang dengan batu, kayu, dan besi. Akibat penyerangan, enam personel Brimob terluka.

“Sehingga anggota Brimob pada saat itu menembakkan gas air mata dan mahasiswa juga tidak mau membubarkan diri. Selanjutnya anggota Brimob melakukan tembakan dengan menggunakan peluru karet,” jelas Kamal.

Pascabentrokan tersebut, diketahui tiga mahasiswa meninggal dunia dan 200 mahasiswa terluka. “Diketahui tiga orang mahasiswa meninggal dunia, 1 akibat peluru karet dan 2 orang dikarenakan benda tumpul. Dan 20 orang mahasiswa mengalami luka-luka,” sambung Kamal.

Para korban yang terluka langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk mendapatkan pertolongan medis. Dalam peristiwa ini, polisi mengamankan 318 mahasiswa yang diduga sebagai perusuh. (*)

Komentar

Indeks Berita