Berita Lainnya

Hukum

Politik

Senjata api milik Dirut BUMN PT Berdikari Harry Warganegara meletus saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Ilustrasi. (maxmann/Pixabay).

ACEHSATU.COM – Senjata api milik Direktur Utama (Dirut) PT Berdikari Harry Warganegara meletus saat berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden itu sempat membuat kepanikan calon penumpang, pada Senin (17/4).

Kejadian itu bermula ketika Harry selaku pemilik senjata hendak melakukan check in di counter 16 maskapai penerbangan Citilink. Kemudian, ia menyerahkan barang bawaannya kepada seorang protokoler bandara untuk diperiksa.

“Iya itu milik dia. Yang bersangkutan menyerahkan barang bawaannya kepada protokoler bandara,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana, Rabu (19/04/2023) di kutip CNN Indonesia.

Saat protokoler bandara memeriksa senjata lalu mengosongkan magasin, tiba-tiba senjata tersebut terjatuh. Akibatnya, senjata itu meletus sehingga membuat penumpang lainnya kaget.

“Jadi sewaktu dikosongkan pistolnya jatuh dan meledak,” bebernya.

Setelah kejadian itu, Harry dan senjata apinya diamankan oleh petugas bandara kemudian dilakukan pemeriksaan, termasuk petugas protokoler bandara yang memeriksa senjata api tersebut dimintai keterangan.

“Mereka diamankan untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Meski demikian, kata Komang, pihaknya memastikan bahwa Harry sebagai pemilik senjata api tersebut memiliki kelengkapan surat-surat kepemilikan senjata api. Dirut BUMN itu kemudian diizinkan melanjutkan perjalanannya.

“Tidak ditahan, karena lengkap surat kepemilikannya,” imbuhnya.

Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (AP I) Rahadian D Yogisworo memutuskan untuk tidak mengungkap identitas pemilik pistol yang meletus itu.

“Untuk keperluan penyelidikan, PT Angkasa Pura I tidak dapat menyampaikan informasi lebih lanjut terkait identitas dari pemilik senjata api tersebut, dikarenakan hal tersebut bukan merupakan wewenang dari PT Angkasa Pura I,” kata Rahadian dalam keterangan resmi terpisah.