Begini Gambaran Terakhir Covid-19 di Pidie Jaya

Hingga menjelang pekan kedua Juli 2021, Pidie Jaya dinyatakan masih aman dari Virus Corona Disease (Covid-19).
Covid-19 di Pidie Jaya
Seorang warga Meurahdua, Pijay, menjalani vaksinasi di Puskesmas Meurahdua. Abdullah Gani/Acehsatu.com

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA – Hingga menjelang pekan kedua Juli 2021, Pidie Jaya  dinyatakan masih aman dari Virus Corona Disease  (Covid-19).

Hal itu ditandai dengan masuknya zona kuning, setelah sebelumnya berada di zona oranye. 

Walau pun begitu, warga dihimbau agar tetap berhati-hati.

Utamanya adalah, patuhi protokol  kesehatan (Protkes).

Yang terpenting lagi, selalu berdoa agar  kondisi demikian berlanjut.

Masyarakat juga diminta supaya tidak panik namun jangan pula menganggap remeh.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Eddy Azwar SKM, MKes menjawab Acehsatu.com, Selasa (13/7/2021).

Covid-19 di Pidie Jaya
Seorang warga Meurahdua, Pijay, menjalani vaksinasi di Puskesmas Meurahdua. Abdullah Gani/Acehsatu.com

Eddy memaparkan, hingga posisi 10 Juli 2021, kasus Suspek sebanyak 637 orang dan semuanya sudah selesai menjalani isolasi.

Sementara dalam rawatan dan isolasi mandiri tidak ada (kosong).

Begitu halnya dengan Kasus Probable (dirawat dan meninggal) kosong.

Kasus Covid di Pidie Jaya hingga saat ini masih aman dan kita berdoa semoga terus berlanjut, sebut Eddy.

Sedangkan kasus konfirmasi, lanjut Eddy yang juga Kadinkes-KB, selesai isolasi sembuh  383 orang, meninggal 24 orang, dirawat 1 orang, isolasi mandiri/karantina 0, sementara kasus aktif ada satu orang.

Dengan demikian, Discardednya sebanyak  927 orang. Nada sama juga disampaikan Ketua Pusat Data dan Operasional (Pusdalop) Posko Gugus Tugas Covid-19 Pidie Jaya, Okta Handipa ST, M, Arch yang dihubungi melalui Ponselnya kemarin.

“Alhamdulillah kasus Covid di Pijay menurun,” imbuh Okta.

Ditambahkan, bahwa hingga saat ini warga Pidie Jaya yang sudah menjalani vaksinasi sekitar 39 %.

Meliputi, tenaga kesehatan, ASN, pejabat pelayanan publik, lansia, guru, aparatur gampong termasuk warga.

Kini, giliran ibu hamil dan anak usia 12-17 tahun menjalani vaksinasi. 

Amatan wartawan Acehsatu, dari tiga etem yang dianjurkan (cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak),  menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas menunjukkan, mayoritas warga masih mengabaikan.

Terbukti, ketika petugas melakukan razia di jalan raya, banyak pengguna jalan yang tidak bermasker dan langsung balik arah.

Ada juga sebagian warga maskernya di bagasi dan bergegas memakainya saat ada razia. Kalau warga berkerumun dimana-mana itu, termasuk pada hari peukan (uroeu gantoue—-red).

Diakui Edy, pihaknya sering mengamati , protkes masih diabaikan.

Di pasar-pasar orang masih berkerumun termasuk  di warkop dan  jaga jarak masih diabaikan.

Karena virus mematikan itu terjangkit secara dadakan, masyarakat dihimbau agar selalu waspada atau menjaga diri, pinta Eddy.

Tgk Rusydi Muhammad, Pimpinan sebuah dayah di Pijay menyebutkan, selain mengikuti Protkes, berdoa seusai  shalat lima waktu disertai yasinan meminta dijauhkan dari segala mara bahaya adalah senjata yang dinilai ampuh.

Jika ini diikuti dengan baik serta disiplin, Allah akan melindungi kita semua, papar Abi Rusydi.

Diakui melihat kasus Covid di beberapa daerah di tanah air seperti terlihat di layar kaca, warga masih was-was. 

“Tapi ada juga sebagian masyarakat kurang menghiraukan perkembangan Covid,” sebut seorang warga yang minta tak ditulis namanya. (*)