“Begal” Payu Dara Remaja, Pemuda Nagan Raya Dihukum Dua Tahun Penjara

Pengadilan Makamah Syar’iyah (MS) Suka Makmue, Nagan Raya, menvonis pemuda inisial MY (26)  dua tahun penjara karena terbukti melakukan pelecehan seksual  terhadap remaja dengan cara “membegal” payudara anak usia 17 tahun itu saat melintas di jalan raya pada Jumat (8/8/2021)
Mafia Sabu Dihukum Mati
Ilustrasi palu hakim. (Ari Saputra/detikcom)

ACEHSATU.COM [ NAGAN RAYA – Pengadilan Makamah Syar’iyah (MS) Suka Makmue, Nagan Raya, menvonis pemuda inisial MY (26)  dua tahun penjara karena terbukti melakukan pelecehan seksual  terhadap remaja dengan cara “membegal” payudara anak usia 17 tahun itu saat melintas di jalan raya pada Jumat (8/8/2021)

Pada sidang tersebut, Mejelis Hakim  Makamah Syar’iyah yang dketuai, Irkham Soderi  dengan hakim anggota Sardiyanto dan Afif Waldy mengetuk palu vonis hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum, Kamis (6/1).

Kejadian ini bermula saat remaja korban berusia 17 tahun itu sedang melintas di jalan bersama temannya, Jumat (6/8/2021). Korban mengendarai motor melintas di Jalan Meulaboh-Tapaktuan, tepatnya di kawasan Nagan Raya.

Mafia Sabu Dihukum Mati
Ilustrasi palu hakim. (Ari Saputra/detikcom)

Dalam perjalanan, korban dipepet pelaku MY yang juga mengendarai motor. MY kemudian melakukan aksi tidak terpuji tersebut. Setelah beraksi, MY disebut langsung putar arah melarikan diri. Korban dan temannya kemudian membuat laporan ke polisi.

Setelah ditangkap, MY diperiksa hingga diadili di MS Suka Makmue. Dalam persidangan, JPU menuntut MY terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah ‘dengan sengaja melakukan jarimah pelecehan seksual terhadap anak’ sebagaimana yang diatur dan diancam uqubat dalam Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat sebagaimana dakwaan tunggal penuntut dikutip detik.com, Selasa (11/1/2021)

JPU menuntut MY dihukum 20 bulan penjara. Namun majelis hakim memutuskan lebih berat dari tuntutan.
 “Menjatuhkan uqubat kepada terdakwa berupa penjara selama 24 bulan,” putus hakim (*)