oleh

Beda dengan RSUZA, Pemerintah Aceh Tegaskan Pemeriksaan Corona Virus di Aceh Gratis

-Nanggroe-927 views

Beda dengan RSUZA, Pemerintah Aceh Tegaskan Pemeriksaan Corona Virus di Aceh Gratis

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pememerintah Aceh menegaskan pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19, baik dengan rapid test maupun pemeriksaan dengan sistem Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), di Aceh gratis.

Pelayanan gratis ini diberikan kepada penduduk Aceh untuk kebutuhan medis, kebutuhan administratif, maupun pada skrining massal.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifulah Abdulgani, melalui Siaran Pers yang diterima ACEHSATU.com, Minggu (31/5/2020) dinihari.

Saifullah mengatakan, sesuai arahan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Aceh, pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 kepada masyarakat Aceh diberikan tanpa dipungut bayaran.

“Bapak Plt Gubernur Aceh menegaskan, pemeriksaan rapid test dan pemeriksaan RT-PCR untuk Covid-19 di RSUZA, gratis,” kata Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu.

BACA JUGA: DPRA Berang, Tes Swab Corona di Aceh Harus Rp 1,5 Juta, Apa Kata Direktur RSUZA?

Pernyataan SAG itu berbeda dengan keterangan Direktur RSUZA dr Azharuddin.

Azharuddin membenarkan adanya tarif pemeriksaan rapid test senilai Rp 650 ribu dan tes swab Rp 1,5 juta.

Menurutnya, tarif hanya dikenakan untuk pemeriksaan mandiri, sementara bagi pasien dan warga tidak mampu, pemeriksaan tetap gratis.

SAG menjelaskan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanief, selaku Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Aceh, sedang mempersiapkan mekanisme pendaftaran dan prosedur pemeriksaan virus corona secara gratis tersebut di Posko Covid-19 Bidang Kesehatan, atau di rumah sakit rujukan yang ditunjuk.

“Kami akan umumkan kepada masyarakat mekanisme pendaftaran dan prosedur pemeriksaannya. Insya Allah, hari Selasa besok,” katanya.

Jumlah kasus
Sementara itu, SAG menyampaikan kondisi terakhir percepatan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota per tanggal 30 Mei 2020, pukul 15.00 WIB. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 2.041 orang. Ada penambahan 8 orang dibandingkan data kumulatif kemarin.

“Dari 2.041 ODP tersebut , sebanyak 53 orang masih dalam pantauan petugas kesehatan, 1.988 orang telah selesai menjalani proses pemantauan atau karantina mandiri,” kata SGA.

BACA JUGA: Kasus Positif di Indonesia Bertambah 557 Orang, Angka Kesembuhan di Dunia Capai 88 Persen

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjutnya, sebanyak 106 kasus dengan rincian, sebanyak 6 orang sedang dirawat, 99 orang telah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. PDP meninggal di Aceh tercatat 1 kasus pada Maret 2020 lalu.

Sedangkan jumlah orang yang Positif Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 20 orang. Rinciannya,  sebanyak 2 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan, 17 orang sudah sembuh, 1 orang meninggal dunia.  Pasien Covid-19 yang meninggal dunia itu, pada Maret 2020, jelasnya.

“Jumlah penderita Covid-19 di Aceh memang tidak sebanyak daerah lain.  Tapi kita tetap harus waspada dan mencegah penularannya supaya tidak terjadi penambahan kasus baru,” tutup Jubir Covid SAG. (*)

Komentar

Indeks Berita