Batu Bara Milik PLTU 1-2 Tumpah di Laut Nagan Raya Ancam Lingkungan, Diperkirakan Capai 1.000 Ton

Tumpahan 1.000 Ton Batu Bara Milik PLTU 1-2 di Nagan Raya ancaman lingkungan laut daerah setempat
ILUSTRASI - Tumpahan batu bara ke laut. | MONGABAY

ACEHSATU.COM | SUKA MAKMUE –Batu bara yang diperkirakan sebanyak 300 hingga 1.000 ton milik PLTU 1-2 Nagan Raya dilaporkan tumpah di kawasan pantai Desa Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya sejak Senin (27/7/2020).

Tumpahan batu bara dari sebuah kapal tongkang yang terdampar ke bibir pantai ini dikhawatirkan semakin mengancam lingkungan dan merusak biota laut setempat, apabila tidak ada upaya serius mengatasinya.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah melayangkan permintaan agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh, mengatasi masalah tumpahnya ratusan ton batubara di kawasan pantai daerah itu. 

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh pada Rabu (12/8/2020) siang kemarin, mulai melakukan penyelidikan terkait tumpahnya ratusan ton batu bara tersebut.

Kepala DLHK Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Teuku Hidayat, Rabu malam kepada wartawan mengatakan. penyelidikan itu penting dilakukan guna memastikan dampak lingkungan akibat tumpahan batu bara di laut.

Jumlah batu bara yang tumpah ke dalam laut kabupaten Nagan Raya diduga mencapai 300 hingga 1.000 ton.

Selidiki serius

DLHK Aceh diminta bekerja serius melakukan penyelidikan independen untuk memperjelas persoalan ini, sehingga tidak merugikan kabupaten Nagan Raya dan masyarakat sekitar.

Dari berbagai informasi di lapangan, tumpahan batu bara dari sebuah kapal tongkang yang terdampar ke bibir pantai akibat terjangan badai tersebut diduga juga telah menyebabkan kerusakan lingkungan.

Batu bara yang tumpah ke dalam laut setempat dikhawatirkan juga semakin merusak biota laut dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan pihak manajemen PLTU Nagan Raya belum berhasil dimintai konfirmasinya. (*)