Pidie

Banyak Titik Longsor di Jalur Pidie-Aceh Barat, Pemerintah Jangan Tutut Mata!

Akibatnya juga hampir memakan bagian tengah badan jalan, sehingga maut bagi pengemudi semua jenis kendaraan sentiasa mengintai.

Foto | Muhammad Rain

Laporan Muhammad Rain 

ACEHSATU.COM | PIDIE — Sebagai satu jalur lintas Pidie-Meulaboh jalan nasional penghubung dua kabupaten di Aceh tersebut sangat penting untuk dapat digunakan penduduk.

Namun, kondisi saat ini seumlah titik longsor semakin banyak. Keberadaan jalan nasional Tangse-Geumpang-Meulaboh ini justru nyaris ‘kupak-kapik’ alias terganggu akibat longsor di beberapa titik.

Akibatnya juga hampir memakan bagian tengah badan jalan, sehingga maut bagi pengemudi semua jenis kendaraan sentiasa mengintai.

Sementara itu, putusnya jembatan gantung di Desa Krueng Meriam I, Kecamatan Tangse sudah teratasi.

Pada 12 Juni 2017 hingga 8 Desember 2017 pemerintah Kabupaten Pidie melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang melangsungkan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam.

Kegiatan itu direalisasi dengan nomor kontrak: 004/SPSBPBD/VI/2017 pemda setempat menganggarkan nilai kontrak proyek senilai Rp. 1.465.565.000.

Pantauan ACEHSATU.COM, di lokasi sudah dapat dilalui kendaraan ringan maupun berat.

Kewaspadaan mengendarai bagi penduduk yang hendak melintas semakin dituntut lebih ketika terpaksa berkendara pada malam hari, sebab lampu jalan tidak merata terpasang, apalagi di lokasi longsor.

Muhammad Ilyas, penduduk Tangse berdomisili di dekat lokasi longsor mengaku sangat prihatin dengan kondisi badan jalan kian mengecil, sebagai longsor kedua yang dialami di titik yang sama kian memperparah dan terancam putusnya jalur lintas antar kabupaten.

Sementara itu kehadiran pihak PU (Pekerjaan Umum) sejauh ini belum menunjukkan dimulainya tahap rekonstruksi badan jalan yang setengahnya telah hilang tersebut.

Pihak PU baru hanya memasang rambu jalan untuk menandai lokasi agar para pelintas dapat lebih waspada ketika mendekati titik longsor yang jumlahnya lebih dari 5 titik sepanjang Tangse-Geumpang ke Meulaboh.

“Sepatutnya pemda Pidie sesegera melaksanakan lanjutan rekonstruksi jalan akibat longsor, sebelum ada yang masuk jurang” ucap Ilyas menutup keterangannya.

Meskipun kerap mengalami bencana alam (2011, 2012, 2013, 2015) yang mengakibatkan rusaknya ruas jalan, namun perhatian pemerintah tetap sangat diharapkan.

Apalagi gerak laju perkembangan ekonomi, pendidikan dan berbagai bidang lainnya amat tergantung oleh sarana transportasi yang terjamin.

Kecamatan Tangse wilayah Kabupaten Pidie yang terletak sekitar 190 Km dari Banda Aceh dikenal dengan penghasil komoditas beras terbaik, kopi, dan produksi pertanian lainnya.

Selain itu, Tangse pernah pula menjadi wilayah kaya di Aceh karena hasil pertambangannya seperti: biji besi dan emas. Namun bencana alam yang akrab dialami wilayah pegunungan tersebut membuat kondisi menurunnya PAD Pidie.

To Top