Bantuan Guru Honorer di Masa Pandemi Jadi Harapan Kadispendikbud Tamiang Sebelum Meninggal

Namun kini dunia Pendidikan Aceh Tamiang merasa kehilangan setelah mendapat kabar Minggu (27/9/20) kemarin bahwa ia telah berpulang ke rahmatullah.
Kadispendikbud Tamiang, Zulkarnain Putra. Kolase ACEHSATU.com

Laporan Reki Ilham

ACEHSATU.COM | KUALA SIMPANG – Zulkarnain Putra atau sering disapa Pak Zol, sosok kepala dinas yang berwibawa dan penuh perhatian terhadap bawahanya.

Namun kini dunia Pendidikan Aceh Tamiang merasa kehilangan setelah mendapat kabar Minggu (27/9/20) kemarin bahwa ia telah berpulang ke rahmatullah.

Zulkarnain Putra dilantik pada bulan Juli 2019 setelah mengikuti seleksi lelang jabatan pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Pemkab Aceh Tamiang.

Lebih dari setahun mendiang menjabat sebagai Kadispendikbud di daerah yang digelar Bumi Muda Sedia ini.

Dampak pandemi Covid-19 sampai penutupan sementara lembaga pendidikan sebagai upaya menahan penyebaran virus Corona di seluruh Indonesia berdampak pada ribuan guru honorer.

Tidak terkecuali di Aceh Tamiang, sehingga membuat mendiang prihatin dengan keadaan para guru honerer.

Sebulan yang lalu sebelum mendiang tutup usia, Pak Zol sempat diwawancarai ACEHSATU.com lewat aplikasi WhatsApp.

Pertanyaanya terkait ada atau tidaknya bantuan pemerintah daerah maupun pusat untuk guru honorer.

Mendiang dengan penuh prihatin menjawab “belum ada.”

Lalu dengan penuh harap ia berujar, “harapannya semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan baik yang ASN dan honorer mendapat bantuan di masa pandemi covid-19. Baik bantuan yang bersumber dari APBK, APBA maupun APBN,” ungkap mendiang Pak Zol.

Kini pemimpin pejuang tanpa minta balas jasa (Guru) di Bumi Muda Sedia itu telah tiada.

Ia pergi di usia 54 tahun dengan meninggalkan tiga orang anaknya, dan harapan mendiang memperjuangkan kesejahteraan bawahanya masih terkenang. (*)