Bantu Petani Kopi, Pemkab Bener Meriah Bentuk Resi Gudang

Bantu Petani Kopi, Pemkab Bener Meriah Bentuk Resi Gudang

ACEHSATU.COM | BENER MERIAH – Terkait harga kopi yang tidak kunjung stabil diakibatkan Covid-19 ini, hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mencari solusi dengan membentuk resi gudang.

Resi gudang yang menjadi solusi untuk menampung kopi petani yang ada di Kabupaten Bener Meriah saat ini sedang dalam proses perizinan.

Adapun proses perizinan dari BAPETI kementrian perdagangan di Jakarta.

Sehingga petani dan para pengumpul bisa menitipkan baranya di resi gudang ketika tidak bisa di kirim dan mereka akan tetap mendapatkan uang dan memberi pembelian kepada petani.

Bupati Bener Meriah, Tgk H.Syarkawi , Senin (20/04/2020) mengatakan “kita sedang diskusi dengan beberapa pelaku kopi di daerah Bener Meriah, dan kita sedang inisiasi pembentuk resi gudang di kabupaten bener meriah.”

“Beberapa sudah di lakukan pengelolaannya sudah ada Bank Aceh Syariah juga sudah siap dan kita tinggal menunggu perizinan dari BAPETI Kementrian Perdagangan yang berada di jakarta dan ini sedang berproses kita berdoa agar resi gudang nya cepat dapat izin,” tambah Tgk H. Syarkawi.

Ia juga menambahkan para petani bisa menitipkan baranya di resi gudang ketika tidak bisa dikirim dan mereka akan tetap mendapatkan uang dan memberi pembelian kepada petani.

Disebutkan, pedagang dan petani saat ini sudah mulai keterbatasan modal, pembeli-pembeli besar mungkin tidak melanjutkan pembeliannya sehingga otomatis akan mempengaruhi harga di pertanian.

Mereka juga sudah menyiapakan solusi untuk para petani dengan adanya resi gudang.
Petani bisa menitipkan barangnya dan langsung di beri uang dengan Bank Aceh sehingga Barang mereka menjadi jaminannya.

“Harga kopi akan membaik dari resi gudang ini dan para pedagang kita dari menengah hingga ke bawah sudah punya keterbatasan modal untuk saat ini,” kata Bupati Syarkawi.

Ditambahkan, konsumen besar mungkin tidak melanjutkan pembeliannya sehingga otomatis itu akan mempengaruhi harga di tindak petaninya di bawah ketika ada resi gudang.

Jadi petani bisa menitipkan barangnya dan uang akan di bayar langsung dengan pihak Bank Aceh di gudang dan barangnya sebagai jaminan dan petani juga akan mendapatkan dan akan sangat menolong sekali resi gudang itu.

Menurut Bupati, untuk Bener Meriah masih di dalam proses perizinan untuk resi gudang yang sudah beroprasi mungkin Aceh tengah kalau Bener Meiah masih dalam proses perizinan tentu tidak ada konsep yang sempurna terlebih di musibah ini dan ini tidak ada solusi 100 persen yang menyelsaikan.

Setidaknya, sambungnya, ini adalah upaya nantik akan membatu petani, dan resi gudang adalah solusi yang paling pas untuk kondisi saat ini, agar harga di tingkat petani akan stabil.

“Untuk jangka panjangnya sudah ada di sini ini akan memperbaiki tataniaga kopi bahkan harga kopi kedepan bisa jadi di tentukan di Bener Meriah bukan hanya oleh pelaku pasar saja,” pungkas Tgk Tgk H Syarkawi. (*)