https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Polda Aceh
Kabid Humas Polda Aceh. (Foto: Dok. Polda Aceh)

ACEHSATU.COM Penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh menghentikan kasus penangkapan dua truk tangki membawa 24 ton BBM diduga oplosan. Polisi membantah adanya ‘main mata’ dalam penghentian kasus itu.

“Tidak benar bila penyidik diduga bermain mata terkait kasus penangkapan truk tanki berisi BBM. Karena, penyidikan yang dilakukan secara sciencetific investigation,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/4/2023).

Menurutnya, berdasarkan hasil dikeluarkan laboratorium Pertamina Medan, BBM yang diamankan penyidik masuk dalam standar minyak industri atau kategori B30. Minyak itu disebut tidak terbukti oplosan.

BACA: YARA Laporkan Kasus 24 Ton BBM Ilegal Tangkapan Polda Aceh ke Mabes Polri

“Oleh karena itu, tidak ada dasar penyidik melanjutkan perkara tersebut, dan demi hukum perkara tersebut harus dihentikan karena tidak cukup bukti. Dalam waktu dekat perkara ini akan digelar untuk dihentikan penyidikannya,” jelas mantan Kapolresta Banda Aceh itu.

Penyidik juga disebut telah mengembalikan truk dan isinya kepada pemiliknya yaitu PT. BA. Joko menyebutkan alasan kedua truk itu diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Aceh karena membawa minyak yang terlihat lebih cair.

“Dugaan awal itu merupakan minyak oplosan karena secara fisik terlihat lebih cair, namun berdasarkan hasil laboratorium minyak tersebut masuk dalam standar minyak industri atau kategori B30,” jelas Joko.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat dan Nagan Raya, Hamdani melaporkan Ditreskrimsus Polda Aceh ke Propam Mabes Polri. Pelaporan itu terkait ketidakprofesionalan dalam penanganan kasus penangkapan 24 ton BBM diduga oplosan beberapa waktu lalu.

“Kami mendapatkan informasi dari tim investigasi dan hasilnya mengarah pada dugaan ada ‘main mata’ untuk menghentikan kasus tersebut dengan dugaan imbalan tertentu,” kata Hamdani dalam keterangannya, Kamis (13/4).

BACA: Liciknya Penimbun BBM Subsidi di Aceh: Gunakan Banyak Barcode, Beraksi saat Situasi Sepi dan Hujan, Diduga Kuat Terlibat Oknum Petugas SPBU

Diketahui, penangkapan kedua truk tangki itu dilakukan tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Aceh di di Gunung Trans, Kecamatan Tandu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Rabu (15/3) lalu. Polisi mengamankan mobil tersebut karena mengangkut minyak yanpa dilengkapi izin resmi.

“Walau menggunakan tangki industri, kita tengarai untuk BBM adalah bukan kategori industri atau oplosan dengan BBM subsidi,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, Kamis (16/3).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, kedua truk tangki tersebut diduga hendak membawa BBM ke sebuah perusahaan tambang di Aceh Barat.

“Kedua mobil tangki tersebut diketahui merupakan milik sebuah perusahaan berinisial PT BA. Mereka diduga akan memasok BBM ke sebuah perusahaan batu bara berinisial PT MFB,” kata Joko kepada wartawan, Kamis (16/3). (*)