Bank Indonesia dan DPMPTSP Aceh Gelar Pelatihan IPRO bagi Satgas Percepatan Investasi Kabupaten Kota SeAceh

Menindaklanjuti Capacity Building dan Dedicated Team Meeting Satuan Tugas Percepatan Investasi Provinsi Aceh yang digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan (Kpw) Aceh bekerjasama dengan DPMPTSP Aceh dalam mendorong percepatan investasi dan pengembangan industri komoditas unggulan.
Bank Indonesia dan DPMPTSP Aceh Gelar Pelatihan IPRO bagi Satgas Percepatan Investasi Kabupaten/Kota | Photo:Acehsatu/Ist

ACEHSATU.COM | Banda Aceh,- Menindaklanjuti Capacity Building dan Dedicated Team Meeting Satuan Tugas Percepatan Investasi Provinsi Aceh yang digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan (Kpw) Aceh bekerjasama dengan DPMPTSP Aceh dalam mendorong percepatan investasi dan pengembangan industri komoditas unggulan.

Kerjasama tersebut sesuai SK Gubernur Aceh No. 570/1052/2021 tentang Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Investasi Aceh.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marthunis, ST, D.E.A. saat membuka acara Pelatihan Penyusunan Proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang digelar oleh Bank Indonesia Kpw Aceh bekerjasama dengan DPMPTSP Aceh yang berlangsung selama dua hari tanggal 29 dan 30 Nopember 2021 di Hotel Rasamala, Banda Aceh.

“Kita berterima kasih kepada Bank Indonesia perwakilan Aceh yang memberikan perhatian dalam menggelar acara peningkatan kapasitas aparatur melalui Pelatihan Penyusunan Proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) melalui metode business model canvas (BMC) kepada peserta dari BAPPEDA dan DPMPTSP kabupaten/kota se Aceh,” sebut Marthunis.

Ia menambahkan, acara pelatihan yang diawali dengan kegiatan technical meeting yang digelar secara virtual tanggal 23 Nopember 2021 bertujuan untuk membangun pemahaman dan kapasitas bersama tentang pentingnya penyusunan dokumen proyek-proyek investasi yang ditujukan kepada penanam modal melalui metode business model canvas (BMC).

“Pelatihan Penyusunan Proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) melalui metode business model canvas (BMC) bertujuan untuk untuk membangun pemahaman dan kapasitas bersama melalui kegiatan brainstorming berbagai potensi daerah sesuai karakteristik dan SDA yang dapat dijadikan proyek-proyek strategis dan ekonomis”.

BMC, katanya lagi, merupakan metode atau alat manajemen strategis yang memungkinkan daerah mampu memvisualisasikan dan menilai ide atau konsep proyek investasi daerah yang akan ditawarkan kepada penanam modal.

BMC dianggap penting dalam proyek investasi sebagai bagian dari perencanaan strategis sehingga dapat menjadi guidance daerah ke depan dalam menyusun proposal IPRO selama 2 (dua) hari dengan agenda utama meliputi: Pemaparan Tahapan RIRU dan Success Story dari provinsi lain, Proses Pengajuan Proyek Investasi, Business Model Canvas, Brainstorming Potensi Investasi Daerah dan Tahap Lanjutan Penyusunan IPRO.

Adapun output yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah Pemerintah Kab/Kota memiliki pemahaman dan kemampuan mendalam untuk menyusun dan menciptakan berbagai proyek investasi strategis yang dapat ditawarkan kepada penanam modal (investor), baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Sementara, Kepala Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani menambahkan, penanaman modal membutuhkan iklim usaha yang sehat, kemudahan prosedur dan supply informasi mengenai project-project clean and clear melalui penguatan promosi investasi, termasuk juga kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Investasi akan masuk ke suatu daerah bergantung pada daya tarik daerah tersebut. Hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki berbagai potensi yang sama menariknya, namun daya tarik investasi menjadi penentu bagi suatu daerah untuk menjadi destinasi investor berlabuh. Dengan demikian, perlu berbagai proyek investasi sesuai karakteristik dan SDA daerah yang siap untuk ditawarkan kepada penanam modal, sekaligus didukung dengan iklim investasi daerah yang kondusif, “ sebut Achris Sarwani yang juga sebagai Anggota Pengarah dalam Tim Satuan Tugas Percepatan Investasi Aceh.

Ia juga menambahkan, kerja sama yang dilakukan dengan DPMPTSP Aceh merupakan program Regional Investor Rela.