Bank Aceh Syariah KPO Dukung Sentra Batik Seulanga

0
11
Pemimpin PT Bank Aceh Syarih KPO, Fadhil Iyas beserta istri, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Diah Erti Idawati, dan Pemilik Batik Seulanga, Ulyani, menunjukan batik tulis Aceh yang diproduksi Batik Seulanga. (Foto. IST)

ACEHSATU.COM, ACEH BESAR – Budaya Aceh yang beragam menyimpan potensi bagi perkembangan industri teksil. Konfigurasi motif yang kaya dan unik dari setiap daerah, menjadikan batik Aceh memiliki ciri khas tersendiri. Seiring dengan perkembangan ekonomi kreatif, batik Aceh sepatutnya menjadi sektor andalan baru yang dapat dikelola secara optimal.

“Hal tersebut mendorong PT Bank Aceh Syariah KPO menggelar kegiatan Pelatihan Keterampilan Membatik dan Ikat Celup, yang berlangsung sejak 18-20 Desember, di Sentra Batik Seulanga, Mireuk  Taman,” ujarFadhil Ilyas, Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Kantor Pusat Operasional (KPO), Jumat (20/12).

Fadhil mengatakan,  pelatihan keterampilan membatik, dimaksudkan untuk memberikan akses kepada masyarakat untuk memahami alur proses produksi batik Aceh yang sarat akan nilai seni, filosifi, dan religi.

”Kegiatan ini merupakan rangkaian dari sejumlah pelatihan yang telah dilakukan oleh Bank Aceh Syariah dalam rangka mendukung tumbuh kembang UMKM,” ujarnya.

Pembina Sentra Batik Seulanga, Ulyani  SE, mengatakan, kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 peserta wanita yang berasal dari Kota Banda Aceh dan Aceh  Besar. Peserta diajarkan membatik dengan teknik celup, tulis, dan cap oleh ahli batik yang profesional. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan sejumlah alat dan bahan yang lazim digunakan dalam proses produksi batik.

“Kami baru mendirikan sentra batik ini di bulan Juli, Alhamdulillah saat ini respon yang kami terima sangat positif,” ujar Ulyani, yang juga mengemban jabatan Keuchik Desa Mireuk Taman.

Wakil Tim Penggerak PKK Aceh, Diah Erti Idawati, saat penutupan kegiatan mengatakan penyelenggaraan kegiatan memiliki korelasi dalam mendukung program pemerintah untuk penggunaan produk lokal.

Ia mengharapkan, nantinya batik Aceh dapat digunakan di seluruh instansi pemerintah dalam rangka meningkatkan citra produk.

“Sudah saatnya kita menggunakan batik Aceh agar dapat dikenal lebih luas dan mendukung UMKM di Aceh,” ujarnya.

Diah menginginkan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kontiniu sehingga mampu mendorong perekonomian daerah.

”Dekranasda berkomitmen untuk membantu dan mendampingi dalam rangka peningkatan kualitas dan pemasaran agar kelangsungan produksi dapat terjaga,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan diakhiri dengan fashion show menggunakan batik Aceh.

Ulyani SE Pemilik Batik Seulanga, Mireuk Taman

Pemilik Batik Seulanga, Ulyani, tak asing bagi masyarakat Mireuk Taman. Sosoknya yang bersahaja dan luwes menjadikan dirinya salah seorang Keuchik yang berasal dari kaum hawa.

Ulyani menuturkan, pendirian sentra batik Aceh dengan merk dagang Batik Seulanga, dilatarbelakangi oleh keinginan dirinya untuk menciptakan lapangan kerja, khususnya wargaMireuk Taman.

“Ketika dicalonkan menjadi keuchik Mireuk Taman, visi dan misi saya adalah mendirikan sentra batik. Alhamdulillah, setelah dilantik, hal tersebut telah terwujud,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdiri pada Juli lalu dengan 2 tenaga kerja, kini Batik Suelanga telah memiliki 10 tenaga kerja. Rata-rata produksi mencapai 50 potong setiap bulan. Harga jual produk batik Aceh di kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu/potong.

Adapun pesanan dilakukan secara individu maupun kolektif. “PKK Aceh Besar saat ini telah menggunakan Batik Seualanga,” ujarnya.Ulyani mengapresiasi kehadiran Bank Aceh Syariah yang telah memberikan dukungan nyata bagi perekonomian masyarakat. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here