Banjir Semakin Meluas, PJ Bupati Aceh Utara Keluarkan Surat Pernyataan Bencana 31.404 Warga Mengungsi

P.J Bupati Aceh Utara yang ditandatangani oleh Sekdakab Aceh Utara A. Murtala mengeluarkan surat pernyataan Bencana dengan nomor : 360 / 1656 / 2022
banjir aceh utara semakin meluas
Banjir yang melanda Aceh Utara semakin meluas

ACEHSATU.COM | Lhoksukon – Banjir yang melanda Aceh Utara semakin meluas yang sebelumnya dilaporkan enam kecamatan sudah meluas menjadi dua belas kecamatan yaitu Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, Lhoksukon, Tanah Luas, Samudera, Cot Girek, Muara Batu. Geureudong Pase, Langkahan, Dewantara, Nibong dan Kecamatan Paya Bakong.

Dalam hal tersebut P.J Bupati Aceh Utara yang ditandatangani oleh Sekdakab Aceh Utara A. Murtala mengeluarkan surat pernyataan Bencana dengan nomor : 360 / 1656 / 2022 yang berisikan sebagai berikut

Bupati Aceh Utara menyatakan pada hari Rabu tanggal 5 Oktober 2022 Pukul 07.00 WIB
telah terjadi Bencana Alam Banjir akibat curah hujan yang tinggi di Kabuputen Aceh Utara,
sehingga meluapnya air Sungai Kreung Keureuto, Sungai Krueng Peuto, Sungai Krueng
Pirak, Sungai Krueng Sawang Sungai krueng Nisam dan Sungai Krueng Pase

Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, Lhoksukon, Tanah Luas, Samudera, Cot Girek, Muara Batu.

Geureudong Pase, Langkahan, Dewantara, Nibong dan Kecamatan Paya Bakong dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara yang telah mengakibatkan terendamaya berbagai sarana dan prasarana, infrastruktur, lahan pertanian, perkebunan, pemukiman penduduk dan sudah terganggunya unsur kehidupan dan penghidupan.

Bencana Alam Banjir tersebut telah mengakibatkan, Adanya pengungsian penduduk, tanggul/tebing sungat dan Terendamnya rumah masyarakat, areal pertanian, perkebunan, fasilitas umum dan sosial dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara serta Terhambatnya jalur transportasi.

Sementara itu berdasarkan laporan yang diterima media ini sedikitnya untuk kecamatan Lhoksukon ada 49 desa yang tergenang banjir dan sekitar 8.869 KK atau 31.404 Jiwa warga mengungsi akibat bencana banjir.

Camat Lhoksukon Hanifza Putra kepada pada Kamis (06/10) menyampaikan ada sekitar 8.869 KK atau 31.404 jiwa warga kecamatan Lhoksukon yang mengungsi.

“Untuk data hari ini ada 49 desa yang terdampak banjir dan sekitar 8.869 KK atau 31.404 jiwa warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik dan rata-rata warga mengungsi ke meunasah”, Terang Camat.

Geuchik desa Beuringen LB Abu Bakar menyampaikan air mulai masuk pemukiman warga sekitar jam 17.00 wib pada Rabu kemarin.

“Ketinggian air bervariasi antara 1 Meter sampai dengan 2 Meter di pekarangan rumah sehingga masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah Maghrib, dan ada juga yang mengungsi ke meunasah”, terang Abu.

Tambahnya Ada sekitar 80 KK warga yang mengungsi ke meunasah dan selebihnya ada 126 KK lagi mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan juga dipinggir tanggul sungai, yang memang kami dirikan tenda pengungsian.

Menurutnya untuk banjir tahun ini tidak separah tahun lalu, namun saat ini air terus naik bukan tidak mungkin bisa lebih parah dari tahun sebelumnya apalagi mengingat cuaca yang tidak menentu.

Dirinya berharap kepada pemerintah dan instansi terkait agar merehab tanggul – tanggul penahan yang saat ini mengalami kerusakan, khusus nya di wilayah kecamatan Lhoksukon dan umumnya di Aceh Utara agar musibah banjir seperti ini tidak terjadi lagi.

Adapun desa-desa yang terendam banjir di kecamatan lhoksukon di antaranya, Meucat, Buloh LT, Mns Rayeuk, Mns Kumbang, Rawa, Mns Manyang, Teungoh LT, Mns Jok, Krueng LT, Meurebo, Meuria, Alue Eumpok, Babah Geudeubang, Buket Mee, Mns Tuha, Dayah LT, Beringin LB, Cot U Sibak, Mns Geumata, Mns Teungoh LB, Alue Itam Baroh, Abeuk Leupon, Asan LB, Nga LB, Alue Itam Reudep, Blang Mu, Geulinggang, Matang Munjee LB, Ulee Tanoh, Mancang, Dayah LB, Tring MU, Pante Ab, Asan AB, Ara AB, Leubok AB, Cot Geulumpang, Kuta Lhoksukon, Ceubrek, Alue Buket,Nga LT, Rambot AB, Matang Teungoh AB, Trieng Pantang, Ranto LB, Pulo Dulang, Ulee Barat, Alue Drien dan Keutapang

Di beritakan sebelumnya, BPBD Aceh Utara melalui Kepala Kidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mulyadi menyampaikan akibat banjir melanda Aceh Utara ada 4,443 KK yang mengungsi.

“Data sementara ada 13.708 jiwa atau 4.443 Kepala Keluarga yang mengungsi akibat banjir yang melanda enam kecamatan di Aceh Utara dan kemungkinan bertambah karena banjir semakin meluas” , sebut Mulyadi.

Berdasarkan informasi yang di peroleh media dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara sedikit nya telah menggenangi 65 desa dan sebanyak 19213 jiwa dan untuk kecamatan Cot Girek baru terdata untuk desa Trieng terdampak 112 KK terdampak banjir dalam enam Kecamatan .

Kecamatan Cot Girek , Desa Alue Drien, Desa U Baro dan Desa Trieng, untuk kecamatan Tanah Luas, Gampong Serbajaman Baroh, Gampong Blang, Gampong Tanjong Mesjid dan Gampong Rayeuk Kuta.

Kecamatan Samudera terdiri dari desa Mancang, Tanjong Awe, Tanjong hagu ,Madan, Kr. Baro, Asan dan Tjg Baroh.

Untuk kecamatan Matang Kuli, diantaranya desa Pante Pirak, Siren, Leubok Pirak, Meunye Pirak, Tanjong Haji Muda, Beuringen Pirak, Ceubrek Pirak, Lawang Pirak, Alue Tho, Hagu,Punti, Tumpok Barat, Alue Euntok, Tanjong Tgk Kari, Parang Sikureung, Meuria, Tanjong Tgk Ali, Mee, Teupin Keubeu, Blang ,Baro ,dan Teungoh Seuleumak.

Dan untuk Kecamatan Pirak Timu, terdapat Bili Baro, Keutapang, Reungkam, Trieng Krueng Kreh, Asan Krueng Kreh, Beuracan Rata, Geulumpang, Bungong, Rayeuk Pange, Matang Keh, Krueng Pirak, Leupe, Ceumeucet ,Teupin U, Alue Bungkoh, Meunye VII, Tanjong Seureukuy, Ara Ton-Ton Moncrang, Pucok Alu, Ulee Blang, Paya Lueng Jalo, Serdang dan Alue Rimee.