Banjir di Aceh Besar, Ratusan Warga Mulai Mengungsi

Dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Besar sejak siang Selasa (10/8) hingga tengah malam tadi telah mengakibatkan terjadinya banjir luapan dan longsor di beberapa titik di Aceh Besar.
Banjir di Aceh Besar
Warga Aceh Besar mulai mencari tempat pengungsian akibat banjir, di Aceh Besar, Selasa malam (10/8/2021) (ANTARA/HO/Humas BPBD Aceh Besar)

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mencatat sebanyak 412 jiwa dari 117 kartu keluarga (KK) di kabupaten setempat telah mengungsi akibat banjir dan longsor di kawasan tersebut.

“Sementara ini sudah 412 jiwa harus mengungsi akibat terdampak banjir dari tiga kecamatan di Aceh Besar,” kata Kepala BPBD Aceh Besar Farhan AP melalui petugas Pusdalops Maswani, di Aceh Besar, Rabu.

Maswani mengatakan, dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Besar sejak siang Selasa (10/8) hingga tengah malam tadi telah mengakibatkan terjadinya banjir luapan dan longsor di beberapa titik di Aceh Besar.

Banjir di Aceh Besar
Warga Aceh Besar mulai mencari tempat pengungsian akibat banjir, di Aceh Besar, Selasa malam (10/8/2021) (ANTARA/HO/Humas BPBD Aceh Besar)

Kata Maswani, intensitas hujan tinggi ini mengakibatkan meluapnya sungai Krueng Kala dan Krueng Pudeng Kecamatan Lhoong Aceh Besar. Bahkan, air sudah menggenangi beberapa ruas jalan penghubung antar desa dan rumah warga.

Maswani menyebutkan, banjir Kecamatan Lhoong telah berdampak ke tiga wilayah yakni Gampong (desa) Pudeng, Krueng Kala dan Geunteut dengan ketinggian air rata-rata 30 sampai 60 centimeter.

“Di Kecamatan Lhoong, masyarakat yang telah mengungsi baru dari Gampong Pudeng sebanyak 107 KK atau 358 jiwa, sedangkan warga Gampong Geunteut dan Krueng Kala masih bertahan di rumah masing-masing,” ujarnya.

Bukan hanya banjir, lanjut Maswani, di Kecamatan Lhoong juga terjadi longsoran material tanah dan batu kecil di kawasan gunung Paro dan Kulu jalan lintas Banda Aceh – Meulaboh. Hingga saat ini terus dilakukan upaya pembersihan oleh petugas, dan masih dapat dilalui.

Kemudian, kata Maswani, di Kecamatan Pulau Aceh juga terjadi longsor material tanah dan batu pada dua titik di jalan lintas yang menghubungkan dua desa di sana. Namun, sejauh ini belum ada yang terdampak.

Selanjutnya, di Kecamatan Peukan Bada sejauh ini satu desa di sana yakni Gampong Lambaro Neujid telah mengalami banjir dengan ketinggian air 20 sampai 40 centimeter, hingga membuat warga setempat harus mengungsi.

“Beberapa masyarakat dari Gampong Lambaro Neujid ini sudah mengungsi ke balai warga di desa tersebut, sementara ini sudah 54 jiwa dari 10 KK yang mengungsi di sana,” kata Maswani.

Mengenai dampak kerusakan dan kerugian akibat banjir dan longsor ini belum bisa disampaikan karena masih dalam amatan serta pemantauan petugas di lokasi kejadian. (*)