oleh

Bangun Bireuen Bersyariat, Tokoh Aceh di Karimun Ini Rela Pulang Kampung, Ini Konsepnya

-Haba Caleg-181 views

ACEHSATU.COM | BIREUEN — Teungku Munawar S.Pdi, panggilan untuk Munawar S.Pdi, bukanlah wajah yang asing bagi masyarakat Samalanga.

Bagi masyarakat Samalanga Munawar adalah sosok orang tipe pekerja keras.

Keluarga Abie Nas Jeunib ini mempunyai cita-cita besar untuk memajukan Bireuen yaitu Bireuen hebat dalam bingkai Syariat.

Teungku Munawar untuk memenuhi tuntutan kebutuhan keluarga ia terpaksa hijrah alias meranta mencari rezeki ke Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Meski jauh berada di negeri  orang,  bukan berarti Teungku Munawar lupa akan Aceh, Selama di Karimun juga aktif mengkampayekan Aceh untuk hal-hal yang bersifat  Islami.

Pada tahun 2004-2009 Teugku Munawar dipercayakan sebagai pimpinan masyarakat Aceh di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

“Saat ini di Karimun Beliau dipercayakan sebagai pembina masyarakat Aceh, juga Majlis Pertimbangan Organisasi ( MPO ) Pemuda Pancasila  Kabupaten Karimun, ” kata Munawar, Sabtu (26/1/2019).

Lalu bagaimana bentuk konsep Bireuen Hebat dalam bingkai Syariat yang ditawarkan Caleg PNA Dapil IV Samalanga, Simpang Mamplam ?

Teungku Munawar mengatakan konsep Aceh Hebat dalam bingkai Syariat ialah melalui sistem standarisasi pendidikan nonformal melalui lembaga IMAMAH (Ikatan Imum Meunasah dan Imum Mesjid) Kabupaten Bireuen.

Jika saya duduk dilegislatif IMAMAH ini kita ubah menjadi LIMAMAH (Lembaga  Imum Meunasah dan Imum Mesjid) Kabupaten Bireuen.

Lembaga ini kita perkuatkan melalui Qanun.

“LIMAMAH ini dengan sistem berjenjang akan mendidik generasi Qur’ani. Anak  umur 4-6 tahun TKQ, Anak dikelas tersebut Pelajarannya mengenali huruf dan cara baca Al Qur an, serta belajar doa doa pendek,”kata Teungku Munawar merancang konsep Bireuen Hebat dalam bingkai Syariat.

Untuk umur 7-9 tahun TPQ, Anak setingkat ini sudah boleh mencoba Al Qur,an dan sudah mulai menghafalkan surah2 pendek, dan hafal doa2 pendek serta mulai diajarkan hukum2 bersuci.

Umur 10-12 tahun sudah jenjang MDI, dijenjang ini Anak mulai menghafalkan Al Qur,an satu juz, atau perjuz, sehinggga target umur anak 12 th minimalnya hafal 12 juz.

Kalau Anak umur 12th hafal 12 juz, maka bisa ditargetkan Anak umur 15th sudah hafal Al Qur-an 30 juz.

Dengan demikian kata Teungku Munawar bisa di bayangkan kalau satu desa 10 anak yang kita didik dengan sistem ini maka Kabupaten Bireuen akan lahir 7.000 dan bahkan bisa lebih hafiz Alquran.

“Kalau konsep ini bisa menjadi solusi insyaallah akan jadi Bireuen Hebat,” tutup Munawar yang juga keluarga Abinas Jeunib ini. (*/Adv)

Komentar

Indeks Berita