Bandara Sultan Iskandar Muda Miliki Tiga Maskapai Penerbangan Internasional

“Dengan dibuka kembali Bandara SIM untuk penerbangan internasional, pasti akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat karena akan banyak pelancong-pelancong dari luar negeri yang akan berkunjung ke Aceh,”
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM). Dok. HO/ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Bandara Sultan Iskandar Muda Miliki Tiga Maskapai Penerbangan Internasional.

Tiga maskapai yang sudah menyatakan siap untuk melayani penerbangan internasional dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, T Faisal, kepada media.

Ketiga maskapai itu, sebut T Faisal, yaitu AirAsia, Firefly, dan Lion Air.

“Pemerintah Aceh dan PT Indonesia AirAsia sudah menandatangani naskah kerja sama terkait pengembangan rute internasional dan peningkatan kunjungan wisatawan di Aceh,” kata T Faisal, Rabu (3/8/2022).

Sementara Lion Air, menurut T Faisal, sudah menyatakan minat untuk melayani penerbangan umrah dengan frekuensi seminggu dua kali dari Bandara SIM dengan tujuan Madinah dan Jeddah, Arab Saudi.

Demikian pula Firefly, tambah T Faisal, mereka menyatakan siapa melayani penerbangan Banda Aceh-Penang (Malaysia).

“Sejalan dengan akan terbitnya regulasi teknis dari instansi terkait, pihak maskapai perlu memperpanjang izin rute dan mempersiapkan hal-hal lain terkait teknis operasional untuk melayani penerbangan internasional dari Bandara SIM,” ungkap Faisal.

Saat ini, seluruh kabupaten/kota di Aceh sudah dinyatakan sebagai daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

Hal itu, menurut T Faisal, diharapkan menjadi destinasi wisata yang aman untuk dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

“Dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak, kita optimis Bandara SIM siap melayani penerbangan internasional,”

pungkas Kadishub Aceh seraya menyatakan dibukanya kembali rute penerbangan internasional melalui Bandara SIM tak lepas dari upaya Pemerintah Aceh bersama pihak terkait serta dukungan dan doa seluruh masyarakat Aceh.

Informasi lain, Kementerian Hukum dan HAM juga sudah menerbitkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Nomor IMI-0650.GR.01.01 Tahun 2022 tentang Kemudahan Keimigrasian Dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam Surat Edaran itu, Bandara SIM ditetapkan sebagai salah satu tempat pemeriksaan imigrasi bebas visa kunjungan khusus wisata.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Dokumen Perjalanan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Ibrahim DW, menyebutkan, pihaknya sudah siap untuk melayani penumpang penerbangan internasional, baik penerbangan reguler maupun umrah.

“Kita sudah siap, baik SDM maupun sistemnya.

Kita juga sudah update software dan data cekal dari pusat,” ungkap Ibrahim.

Seperti diberitakan kemarin, Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, ditetapkan sebagai satu dari 17 pintu masuk perjalanan penumpang internasional bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Hal itu tertera pada poin kelima huruf (a) Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2022 tertanggal 1 Agustus 2022.

Dengan demikian, pintu masuk perjalanan luar negeri selengkapnya melalui Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Provinsi Banten; Bandara Juanda di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur; Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Provinsi Bali; Bandara Hang Nadim di Batam, Provinsi Kepulauan Riau; Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau; dan Bandara Sam Ratulangi di Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Selanjutnya, Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB); Bandara Kualanamu di Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara; Bandara Sultan Hasanuddin di Provinsi Sulawesi Selatan; Bandara Internasional Yogyakarta di Provinsi DI Yogyakarta; Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh; dan Bandara Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat.

Kemudian, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Provinsi Sumatera Selatan; Bandara Adi Sumarno di Provinsi Jawa Tengah; Bandara Syamsudin Noor di Provinsi Kalimantan Selatan, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Provinsi Kalimantan Timur, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II di Provinsi Riau.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Dr Drs Safrizal ZA MSi, menjelaskan, ada beberapa perubahan dalam Inmendagri kali ini.

Perubahan itu adalah penambahan pintu masuk bagi Pelaku Perjalan Luar Negeri (PPLN) untuk enam bandara yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Minangkabau, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Bandara Adi Sumarno, Bandara Syamsudin Noor, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

Dalam Instruksi Mendagri tersebut juga disebutkan bahwa aturan teknis bagi bandara yang akan melayani penerbangan internasional akan diatur oleh Kementerian Perhubungan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan kementerian atau lembaga terkait lainnya.

Anggota Komisi III DPRA, Muchlis Zulkifli ST, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas dibukanya kembali Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, untuk penebangan internasional setelah beberapa tahun ditutup akibat pandem Covid-19 melanda dunia.

Hal ini, menurutnya, juga sesuai dengan UUPA dimana Aceh memang diberi ruang untuk bisa melakukan hubungan internasional.

“Kita juga berharap kepada masakapai agar ke depan memperbanyak lagi rute penerbangan internasional melalui Bandara SIM.

Tidak hanya terfokus ke negari jiran Malaysia saja, tapi harus ada juga penerbangan ke negara-negara Asean lain dan kalau memungkinkan ke Eropa seperti ke Turki, ke Australia, atau negara-negara lain,” jelas Muchlis dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke Serambi, tadi malam.

Sebab, sambung Muchlis, selama ini banyak masyarakat Aceh yang berwisata ke sana dan banyak pula mahasiswa-mahasiswa asal Aceh yang melanjutkan kuliah ke luar negeri.

“Kita juga berharap agar Bandara SIM bisa dijadikan sebagai satu-satunya embarkasi haji di Indonesia mengingat jarak tempuh antara Aceh dan Arab Saudi lebih dekat dibanding provinsi-provinsi lain,” timpal politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Anggota DPRA dari Dapil I ini juga menginginkan agar Bandara SIM bisa menjadi bandara transit untuk penerbangan dalam dan luar negri dari bandara-bandara lain di Indonesia.

“Dengan dibuka kembali Bandara SIM untuk penerbangan internasional, pasti akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat karena akan banyak pelancong-pelancong dari luar negeri yang akan berkunjung ke Aceh,” tutup Muchlis Zulkifli ST.

Dukung penuh

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh juga memberi dukungan terhadap ditetapkannya Bandara SIM sebagai satu dari 17 pintu masuk perjalanan penumpang internasional bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2022 tertanggal 1 Agustus 2022.

Terkait hal itu, Imigrasi Banda Aceh pada Rabu (3/8/2022) menerima kunjungan tim Angkasa Pura II Aceh untuk membahas kesiapan layout bagian kedatangan dan keberangkatan pada area Internasional Bandara SIM.

Pihak Angkasa Pura II terus berkoordinasi dengan beberapa otoritas bandara terkait dengan sudah diizinkannya Bandara SIM sebagai entry point penerbangan internasional.

“Ya, Imigrasi Banda Aceh sebagai pemangku tugas dan fungsi pemeriksaan pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara SIM, akan mendukung pelaksanaan dan persiapan pembukaan kembali Bandara SIM sebagai bandar udara yang melayani penerbangan internasional” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Telmaizul Syatri.

Menindaklanjuti kedatangan Tim Angkasa Pura II Aceh, Telmaizul beserta jajaran langsung meninjau Bandara SIM.

“Saat ini, kami sedang mengecek prasarana dan sarana pendukung proses pemeriksaan keimigrasian di Bandara SIM, serta mengevaluasi tata letak area pemeriksaan imigrasi,” tutup Telmaizul ketika ditemui di Bandara SIM, kemarin.