Bandar Narkoba Jaringan Aceh Ditembak Mati

Bandar narkoba jaringan Aceh ditembak mati Polres Labuhan Batu, Polda Sumatera Utara, Kamis (12/11/2020). Pelaku merupakan bandar narkoba asal China jaringan baru Aceh-Labuhan Batu-Dumai.
Bandar Narkoba Jaringan Aceh Ditembak Mati
Polisi Tembak Mati Dua Pelaku Peredaran Narkoba Asal China

Bandar Narkoba Jaringan Aceh Ditembak Mati

ACEHSATU.COM | MEDAN – Bandar narkoba jaringan Aceh ditembak mati Polres Labuhan Batu, Polda Sumatera Utara, Kamis (12/11/2020). Pelaku merupakan bandar narkoba asal China jaringan baru Aceh-Labuhan Batu-Dumai.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, mengatakan, dalam hasil pengungkapan jaringan bandar narkoba ini, petugas menangkap dua orang tersangka yakni ES (27) dan AF (20) serta mengamankan barang bukti seberat 15 Kilogram narkotika jenis sabu.

Kedua tersangka terpaksa diberi tindakan tegas, tepat dan terukur karena mengancam keselamatan petugas. Keduanya meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit.

Bandar Narkoba Jaringan Aceh Ditembak Mati
Polisi Tembak Mati Dua Pelaku Peredaran Narkoba Asal China

“Ini adalah sindikat baru yakni Aceh-Labuhan Batu- Dumai. Tersangka ES dan AF karena mengancam keselamatan petugas kami yang melakukan penindakan, maka dilakukan tindakan tegas dan terukur,” katanya dikutip Antara.

Kapolda menjelaskan, para tersangka diamankan pada Kamis (12/11/2020) di Desa Sisumut, Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel).

Kronologi

Berawal dari informasi masyarakat, petugas melakukan penyelidikan dan menemukan kedua tersangka saat mengendarai mobil Avanza berwarna silver dengan nomor polisi BM 1843 DM.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan 15 kilogram sabu-sabu yang dibungkus plastik merk QING SHAN disusun dalam tas berwarna hitam.

“Dari keterangan tersangka ES, sabu-sabu itu akan diantarkan dua kilogram ke daerah Labusel dan 13 kilogram ke Dumai.

Tersangka ES ini mengakui sudah satu kali mengantar sabu-sabu sebanyak dua kilogram ke daerah Labusel. Di mana, tersangka mengakui bahwa dia disuruh oleh seorang laki-laki berinisial M warga Jalan Binjai,” katanya.

Selanjutnya petugas berkoordinasi dengan tim DF Dit Narkoba Polda Sumut dan melakukan pengembangan ke Jalan Binjai.

Saat hendak menunjukkan rumah tersangka M, kedua tersangka melakukan perlawanan sehingga diberikan tindakan tegas, tepat dan terukur yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia.

“Dua petugas kita mengalami bengkak di kening dan pelipis, biram di lengan kiri dan luka koyak di pelipis sebelah kiri. Kedua petugas kita saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara,” jelasnya.

Kapolda mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan terkait jaringan baru tersebut. Hal itu dikarenakan temuan baru yakni adanya lambang bendera sejumlah negara di bungkusan sabu-sabu tersebut.

“Kami ada temuan baru, ada bendera-bendera negara tertentu. Ada Filipina, ada Thailand dan China. Ini kami duga adalah asal usul pengiriman, namun barang tetap dari China,” katanya. (*)