Banda Aceh, Pidie dan Aceh Tengah Zona Merah Covid

Covid Aceh
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto Dok Humas Aceh

Banda Aceh, Pidie dan Aceh Tengah Zona Merah Covid

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Peta zonasi risiko Covid-19  Aceh minggu ini semakian meluas jika sebelumnya hanya satu kabupaten/kota yang masuk zona merah Covid kini bertambah dua kabupaten lagi sehingga tiga kabupaten/kota di Aceh dinyatakan zona merah Covid-19.

Ketiga kabupaten/kota itu, Kota Banda Aceh, kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Tengah. Penetapan zona merah tersebut berdasarkan hasil analisis data penanganan pandemi Covid-19 periode 7 – 13 Juni 2021.

Kondisi ini diungkapkan, Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdul Gani (SAG), Selasa (15/6/2021).

“Peta Zonasi Risiko Daerah akan terkoreksi setiap pekan sesuai dinamika penanganan pandemi yang dianalisis secara mingguan,” katanya.

Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menuturkan, pada analisis sebelumnya, Kota Banda Aceh satu-satunya zona merah di Aceh. Sementara zona kuning hanya Kota Subulussalam. Sedangkan 21 kabupaten/kota lainnya merupakan zona oranye.

Tetapi hasil analisis data penanganan pandemi Covid-19 periode 7 Juni – 13 Juni 2021, peta zonasi risiko daerah di Aceh terkoreksi lagi. Zona merah meluas. Selain Kota Banda Aceh, bertambah Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Aceh Tengah. Kota Subulussalam masih satu-satunya zona kuning. Sedangkan 19 kabupaten/kota lainnya merupakan zona oranye, sambung SAG.

Ia menjelaskan, zona merah dikategorikan sebagai daerah risiko tinggi penularan virus corona dan peningkatan kasus Covid-19. Artinya, sumber-sumber penularan atau pembawa virus corona (carrier) yang belum terdeteksi meningkat dalam masyarakat.

Aceh Zona Oranye COVID-19
Peta zonasi risiko covid-19. acehsatu.com/Foto Net

Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan zona oranye, yang merupakan daerah risiko sedang peningkatan kasus Covid-19. Upaya pencegahan peningkatan kasus-kasus baru di kedua zona ini harus ditingkatkan, melalui pemeriksaan dini (testing) dan pelacakan (tracing) kontak erat Covid-19.

Kedua upaya ini untuk penemuan kasus dini dan segera dirawat (treatment). Selain testing dan tracing secara lebih agresif, protokol kesehatan di zona merah harus diperketat, seperti di tempat-tempat umum, rumah ibadah, transportasi umum, maupun di lingkungan kerja. Kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan mesti dihindari dulu, katanya.

Sementara itu, di daerah zona kuning pun tak lantas mengabaikan protokol kesehatan. Zona kuning bukanlah zona nyaman. Karena itu tetap memakai masker, menjaga jarak, kurangi mobilitas, mencuci tangan dengan sabun, dan hindari kerumunan, sarannya.

“Meski berada di zona kuning tetap tidak mengabaikan protokol kesehatan,” tambah SAG.

Saat ini akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per 15 Juni 2021 telah mencapai 17.697 orang. Para penyintas yang sudah sembuh dari Covid-19 sebanyak 13.287 orang. Penderita yang sedang dirawat 3.713 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 697 orang (*)