Banda Aceh Kembali Masuk PPKM Level 4 COVID-19

Kota Banda Aceh telah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan tingkat level 4, atau insiden sangat tinggi penularan COVID-19, karena itu masyarakat diminta patuhi dan disiplin protokol kesehatan (prokes).
Banda Aceh PPKM Level 4
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (ANTARA/Rahmat Fajri)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kota Banda Aceh telah masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan tingkat level 4, atau insiden sangat tinggi penularan COVID-19, karena itu masyarakat diminta patuhi dan disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Banda Aceh mulai hari ini sudah masuk dalam level 4, untuk itu saya meminta kepada seluruh warga Banda Aceh harus lebih waspada dan patuhi protokol kesehatan,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, di Banda Aceh, melansir Antara, Selasa.

Aminullah mengatakan, pada saat Banda Aceh berada di level 3 tingkat penularan virus itu cukup luar biasa, rata-rata dalam sepekan ada 65 orang terkonfirmasi positif COVID-19, meninggal dua jiwa per hari, dan tenaga kesehatan yang positif sampai tiga orang per hari.

"Kita terus berulang-ulang mengingatkan agar masyarakat disiplin menjalankan prokes secara ketat, dan mengurangi mobilitas serta pembatasan sosial," ujarnya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap pencegahan COVID-19 ini, Aminullah juga memantau langsung pelaksanaan vaksin dosis ketiga bagi seluruh nakes yang ada di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas Kota Banda Aceh.

Banda Aceh PPKM Level 4
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (ANTARA/Rahmat Fajri)

Kata Aminullah, kegiatan vaksinasi ketiga itu dilaksanakan sebagai booster bagi nakes yang bertugas di garda terdepan dalam penanggulangan COVID-19.

“Alhamdulillah hari ini Pemko Banda Aceh kembali melaksanakan kegiatan vaksin yang ketiga bagi tenaga kesehatan dengan vaksin jenis Moderna,” katanya.

Aminullah berharap, dengan dilakukan vaksin ketiga tersebut para nakes memiliki imun tinggi, memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat lagi.

"Semoga ini dapat menjadi contoh yang nantinya akan diikuti oleh masyarakat umum, dan semuanya mau divaksin untuk ketiga kalinya," demikian Aminullah. (*)