Banda Aceh

Banda Aceh Ada di Zona Lumpur Bergerak, Aminullah Minta Warga tak Panik dan Jauhi Maksiat

Likuifaksi bisa terjadi beragam mulai dari semburan pasir yang berpadu air, amblesan (tanah amblas), retakan lateral atau lurus merobek permukaan tanah.

FOTO | PETA RAWAN LIKUIFAKSI

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, meminta warga Banda Aceh tidak panik atas hasil riset yang menyebutkan kota ini berada di zona Lumpur Bergerak atau Likuifaksi.

“Jangan panik, waspada tetap. Dan terus berdoa agar tidak terjadi apa-apa di Banda Aceh,” katanya, Sabtu (6/10/2018) merespons mulai diperbincangkannya zona-zona rawan Likuifaksi di Banda Aceh.

Walikota mengajak warga tetap waspada dan sadar dini karena Banda Aceh kawasan rawan Likuifaksi jika gempa terjadi.

“Berdoa agar tak terjadi apa-apa. Jauhi maksiat,” ujarnya.

BACA: Mengapa Ada Korban Gempa Tsunami Palu yang Menjarah Televisi?

Seperti ramai dibincangkan,

Kota Banda Aceh  berada pada zona likuifaksi atau fenomena lumpur bergerak di beberapa kawasan.

Hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa Banda Aceh termasuk salah satu daerah rawan likuifaksi, jika goncangan gempa kuat terjadi.

Likuifaksi bisa terjadi beragam mulai dari semburan pasir yang berpadu air, amblesan (tanah amblas), retakan lateral atau lurus merobek permukaan tanah.

Riset yang menyebutkan Banda Aceh masuk zona rawan likuifaksi dilakukan oleh Adrin Tohari, Khori Sugianti, Arifan Jaya Syahbana dan Eko Soebowo.

BACA: Saat Tsunami Aceh, tidak Ada Aksi Penjarahan, Malah Ada Aparat Ditembak Temannya karena Menjarah

Hasilnya dipublikasikan dalam Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, Vol 25, No 2 (2015), 159-167, dan dapat diakses di website LIPI.

Dari riset tersebut, berdasarkan hasil perhitungan penurunan tanah, wilayah Banda Aceh disebutkan dibagi menjadi lima zona kerentanan, dari yang sangat rendah hingga sangat tinggi.

Zona kerentanan tinggi hingga sangat tinggi hampir terdapat di semua wilayah Kota Banda Aceh kecuali wilayah Kecamatan Baiturrahman. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top