Badan PBB Data Etnis Rohingya yang Diselamatkan Warga Aceh Utara

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pengungsi Rohingya yang diselamatkan warga Aceh di Perairan Aceh Utara pada pertengahan Juni lalu, kini tengah dilakukan pendataan oleh Badan PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR).

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam gelaran konferensi pers secara virtual di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

“UNHCR telah memulai proses registrasi sejak 5 Juli dan diperkirakan selesai pada 12 Juli mendatang. Hingga hari ini, sebanyak 65 dari 99 migran (Rohingya) telah didata oleh UNHCR Indonesia,” ujarnya seperti dilansir Antara hari ini.

Pada akhir pekan ini, puluhan pengungsi tersebut akan dipindahkan ke Balai Latihan Kerja Meunasah Mee, Lhokseumawe, yang akan menjadi tempat penampungan baru mereka.

Palang Merah Indonesia (PMI) didukung oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) juga telah mulai menjalankan program pemulihan untuk membantu menghubungkan kembali para pengungsi dengan keluarga.

“Terdapat 25 anak-anak berusia antara 5-17 tahun yang tiba tanpa keluarga di kelompok ini,” tutur Retno.

Sementara itu, dua orang warga Rohingya yang sempat sakit dan dirawat, sekarang telah pulih dan kembali ke tempat penampungan.

Dalam konteks ini, layanan kesehatan telah disediakan di tempat penampungan guna menangani pengungsi yang menderita sakit ringan. RS Cut Meutia di Lhokseumawe juga bersiaga untuk mengantisipasi pengungsi dengan penyakit yang serius.

Pengungsi Rohingya yang terdiri dari 48 perempuan, 17 laki-laki, serta 34 anak-anak itu dievakuasi oleh nelayan Aceh utara pada 22 Juni 2020 setelah kapal yang mereka tumpangi rusak dan terapung-apung di laut.

Pemerintah setempat bersama sejumlah lembaga sosial telah membantu menyediakan kebutuhan pokok bagi para pengungsi, yang semula berlayar menuju Malaysia. (*)