Azhari Cage Mundur dari Ketua BRA Usai Dikeroyok di Ruang Kerjanya

Pengumuman disampaikan via akun facebook Azhari Cage Sip. Diduga kuat kaitannya dengan kejadian penganiayaan yang dialaminya.
azhari cage
Azhari Cage

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Azhari Cage, Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dikabarkan dianiaya oleh sejumlah orang di ruang kerjanya, Senin (21/11/2022) siang.

Pelaku penganianya diperkirakan berjumlah 3 orang. Tak lama kemudian, mantan kombatan GAM asal Nisam, Aceh Utara tersebut mengumumkan dirinya mengundurkan dari jabatan ketua BRA.

Pengeroyokan yang terjadi terhadap Azhari Cage diduga terkait permintaan bantuan yang tidak bisa diakomodir oleh mantan anggota DPRA dari fraksi Partai Aceh tersebut.

“Benar, yang bersangkutan dikeroyok oleh tiga orang kemarin. Kejadiannya di ruang kerja. Saat itu tiga pelaku masuk ke dalam dan mengunci pintu dari dalam,” ungkap dari sumber internal BRA, Selasa (22/11/2022).

Tak lama berselang, Azhari Cage mengumumkan dirinya mundur daria jabatan Ketua BRA Aceh.

Pengumuman disampaikan via akun facebook Azhari Cage Sip. Diduga kuat kaitannya dengan kejadian penganiayaan yang dialaminya.

postingan Azhari Cage di beranda fb dirinya

“Assalamua’laikum wr wb rakan2 yg mulia, setelah melalui menjadi ketua BRA selama hampir setahun dan keadaan BRA yg tidak adanya dana Reguler, yg ada anggaran cuma dana pokir dan ploting dana cuma khusus sudah ada by name dan by addres dan tentunya otomatis tidak akan bisa kita bantu Rekan2 yg proposal nya masuk ribuan, setelah menyelesaikan beberapa hal yg menyangkut adminitrasi utk anggaran tahun ini saya terpaksa mengundurkan diri dari ketua BRA Aceh, karna jangan sampai orang lain yg menikmati Hasil sumpah serapah nya ke ketua BRA,semoga kedepan orang lain bisa berbuat lebih baik,” tulisnya Azhari Cage Sip.

Hingga saat ini, Azhari Cage masih bungkam terkait kejadian tersebut. Tim pewarta sudah berulang kali menghubungi via selular tidak terhubung, termasuk pesan yang dikirim redaksi belum direnspon korban.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BRA Aceh Utara Anwar mengaku dirinyalah yang telah melakukan itu dan meminta Azhari Cage melaporkan kejadian tersebut.

Kehadirannya di kantor BRA di Banda Aceh untuk mempertanyakan soal 657 penerima bantuan yang disebut Azhari kepada wartawan usai menyerahkan bantuan becak secara simbolis di halaman Masjid Islamic Center Lhokseumawe.

“Saya Satpel BRA Aceh Utara bertanggungjawab terhadap rekan-rekan di Aceh Utara, setelah penyerahan bantuan itu saya banyak mendapat keluhan dari rekan-rekan, karena mereka tidak mendapat bantuan,” kata Anwar.

Selanjutnya Anwar meminta kepada para mantan GAM dari Panglima Muda, Panglima Wilayah dan Panglima Sagoe di Aceh Utara untuk cek jumlah penerima bantuan, ternyata tidak lebih dari 50 orang yang memang tercatat sebagai mantan Kombatan GAM, sisanya orang lain.

Anwar juga mengaku sudah mengabarkan kejadian tersebut kepada Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf atau akrab disapa Muallem, juga kepada panglima muda,panglima wilayah dan rekan-rekan di sagoe.

“Kita hanya menginginkan Kombatan GAM, Tapol/Napol dan masyarakat korban konflik mendapatkan haknya sesuai mandate MoU Helsinki, kita sudah lama berdamai jadi tidak ada lagi yang harus dipermasalahkan,” tutup Anwar.