Ayah dan Anak Diringkus Polisi Diduga Curi 62 Mayam Emas di Aceh Besar

Tersangka berinisial MF ditangkap saat bersembunyi di sebuah rumah warga di Gampong Alue Lim, Blang Mangat, Kota Lhokseumawe
Diduga curi 62 mayam emas, ayah dan anak ditangkap polisi
emas dan uang sebagai Barang bukti sitaan dari tersangka pencurian emas di Banda Aceh, di Mapolresta Banda Aceh, Senin (24/10/2022) (HO/Humas Polresta Banda Aceh)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Setelah dilakukan pengejaran selama tiga bulan terduga pencuri sebanyak 62 mayam emas milik warga Kopelma Darussalam Banda Aceh berhasil diringkus oleh Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh bersama Satreskrim Polres Lhokseumawe.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadillah Aditya Pratama di Banda Aceh mengatakan “Tersangka berinisial MF ditangkap saat bersembunyi di sebuah rumah warga di Gampong Alue Lim, Blang Mangat, Kota Lhokseumawe,” Senin, (24/10/2022).

Tersangka MF tercatat sebagai warga di sebuah gampong (desa) di Aceh Besar. MF diduga mencuri emas milik Novi Susilawati (33) sebanyak 62 Manyam, warga Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Selasa (9/8).

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Pihak polisi, MF selalu berpindah tempat tinggal dalam kurun waktu tiga bulan dan akhirnya tertangkap berkat kerja sama dengan Satreskrim Polres Lhokseumawe. 

Hasil olah TKP tim Innafis Polresta Banda Aceh sebelumnya, ditemukan bukti pelaku melakukan aksi kejahatannya. 

“Menurut keterangan korban, barangnya yang hilang berupa emas sebanyak 62 mayam dan uang tunai sejumlah Rp10 juta. Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp171 juta,” ujar Fadillah.

Fadilah menuturkan, saat dilakukan penangkapan korban juga berusaha melarikan diri dan sempat melakukan perlawanan kepada petugas, namun upayakan digagalkan personel di lapangan.

Setelah ditangkap dan diinterogasi, lanjut Fadilah, pelaku mengakui mencuri emas dan hasil curian tersebut diserahkan kepada ayahnya berinisial BUR (50).

“Sisa dari hasil penjualan emas diserahkan kepada ayahnya untuk disembunyikan dan polisi juga telah menangkap ayahnya tersebut,” kata Fadillah.

Dari keterangan tersangka BUR, dirinya menyembunyikan sisa dari pencurian berupa emas seberat 10 mayam di belakang rumah berupa satu gelang emas. 

Emas yang dicuri tersebut kemudian dijual ke toko emas di Banda Aceh, dan saat ini masih dalam pengembangan Polisi. 

“Adapun emas yang telah dijual berupa empat cincin emas masing-masing dua mayam, lima gelang emas seberat 52 mayam,” ujarnya. 

Selanjutnya, kata Fadilah, pihaknya juga telah menyita barang bukti lainnya berupa uang tunai Rp1 juta dan ATM yang berisi saldo dari hasil penjualan emas sebesar Rp10 juta.

“Tersangka MF kini dijerat dengan Pasal 362 KUHP dan diancam hukuman penjara selama lima tahun kurungan, dan BUR dijerat dengan Pasal 362 KUHP jo 55 jo 480 dengan ancaman empat tahun penjara,” demikian tutup Fadilah.