Awas, Virus Mematikan Lainnya dari China, Menular Lewat Kutu

gempar virus mematikan asal China
Ilustrasi - kemunculan virus mematikan dari China. | Chinatopix via AP

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH РChina kembali menjadi sorotan. Setelah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang muncul di Kota Wuhan, China dan mewabah ke penjuru dunia, kini digegerkan kemunculan wabah yang disebut akibat virus baru.

Sama seperti corona, virus ini juga mematikan dan penularannya melalui binatang yakni kutu.

Dari berbagai laporan, virus tersebut telah mewabah di Provinsi Jiangsu China Timur.

Virus dengan nama SFTS (Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome) itu juga menginfeksi di provinsi Anhui. Nama lainnya tick (kutu) borne.

Selain itu, virus tersebut masuk kelompok Bunyaviridae atau bunya virus.

Dikutip dari CNBC Indonesia dari The Indian Times, dari media pemerintah Global Times, 70 orang meninggal. Sementara 60 lainnya dirawat.

Kendati demikian, virus ini disebutkan sudah lama muncul di China, bahkan sejak 2009. Bukan hanya China, virus tersebut juga pernah mewabah di Jepang dan Kore.

Pemerintah China sempat mengambil kebijakan mengisolasi patogen ini di tahun 2011.

Digigit Kutu

Dari banyak kasus yang muncul, SFTS umumnya ditularkan melalui gigitan kutu.

Menurut sebuah studi tahun 2015, terdapat beberapa spesies kutu yang diduga sebagai pembawa virus SFTS.

Di antaranya, H longicornis, R microplus, H campanulata dan D sinicus. Kutu-kutu ini biasanya terdapat pada anjing, kucing, domba, dan sapi.

Penularan dari manusia

Seorang dokter dari rumah sakit afiliasi pertama di bawah Universitas Zhejiang, Sheng Jifang mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan.

Yaitu pasien dapat menularkan virus ke orang lain melalui darah atau lendir.

Kendati begitu, dokter memperingatkan bahwa gigitan kutu adalah rute penularan utama.

“Selama orang tetap berhati-hati, tidak perlu terlalu panik atas penularan virus tersebut,” katanya Jifang.

Gejala terinfeksi

Sementara, gejala awal yang ditumbulkan virus itu adalah demam dan batuk.

Bagi yang tertular biasanya akan menggigil, kehilangan nafsu makan, mengalami muntah, diare, dan pendarahan pada gusi.

Tingkat parah adalah penurunan leukosit, trombosit darah di dalam tubuh penderita. (*)