Awas! Corona Masih Menggila dan Telan Korban 400 Ribu Jiwa

Awas! Corona Masih Menggila dan Telan Korban 400 Ribu Jiwa

 

ACEHSATU.COM | INTERNATIONAL – Korban kematian akibat pandemi Covid-19 secara global sudah mendekati 400 ribu jiwa. Sedangkan, kasus positif di seluruh dunia sudah mencapai 6,89 juta kasus dan menginfeksi 188 negara.

Data Johns Hopkins University hingga Minggu, 7 Juni 2020, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus positif tertinggi dunia, yakni 1,92 juta kasus. Brazil berada di urutan kedua dengan kasus positif 672 ribu dan Rusia 458 ribu kasus.

South China Morning Post mencatat, jumlah kematian akibat Covid-19 di Amerika Latin meningkat signfikan. Hingga Minggu, kematian di negara yang dipimpin Presiden Bolsonaro itu sudah menembus 35.930 jiwa.

Korban kematian global dari coronavirus mendekati 400.000 pada Minggu, dengan kematian meningkat di Amerika Latin.

Brasil memiliki angka kematian tertinggi ketiga di dunia tetapi Presiden Jair Bolsonaro mengancam untuk mundur dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” tulis South China Morning Post, dikutip CNBC Indonesia, Minggu, 7 Juni 2020.

 

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan desinfektan dalam upaya membantu mengekang penyebaran virus corona baru di Masjid Istiqlal di Jakarta. AP/Achmad Ibrahim
Foto: Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan desinfektan dalam upaya membantu mengekang penyebaran virus corona baru di Masjid Istiqlal di Jakarta. AP/Achmad Ibrahi

https://youtu.be/Ctu4UD3rBMQ

 

 

 

 

SCMP menyebut, virus corona tipe baru telah menginfeksi lebih dari 6,8 juta secara global dan menjadi krisis kesehatan terburuk dalam lebih dari satu abad yang telah menyebabkan ekonomi global terguncang.

Jumlah total kematian diyakini lebih tinggi dari angka yang dilaporkan secara resmi karena banyak negara kekurangan alat untuk menguji Covid-19, pun demikian dengan kematian di luar rumah sakit.

Amerika Serrikat, negara dengan ekonomi terkuat di dunia juga menjadi yang terpukul pandemi ini karena >menyebabkan 110 ribu warganya meninggal dan menginfeksi hampir 2 juta orang. Akan tetapi, Presiden AS Trump mengatakan ekonomi Negeri Paman Sam akan bangkit kembali.

“Kami memiliki ekonomi terbesar dalam sejarah dunia, mari kita melewati pandemi yang mengerikan ini,” kata Trump. (*)