oleh

Awan Cumulonimbus Picu Puting Beliung di Bener Meriah

-Alam-38 views

Laporan oleh Dea Rimasilana

​ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Puting beliung menerjang arena even pacuan kuda tradisional di Lapangan Sengeda Kampung Karang Rejo, Kabupaten Bener Meriah, Senin (7/1/2018).

Bersumber laporan Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, terjadi saat acara pacuan kuda sedang masa istrahat atau sekitar pukul 14.00 WIB dan mengakibatkan 8 orang terluka.

​Puting beliung merupakan fenomena angin kencang yang berputar dan bersifat lokal. Cakupan area dapat berkisar 5-10 km.

Puting beliung memiliki karakterisitik khusus berupa kemunculannya secara tiba tiba, mempunyai pusat dan bergerak melingkar melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi.

​Angin kencang berputar ini keluar dari awan Cumulonimbus (Cb) dengan kecepatan lebih dari 34,8 knots atau 64,4 km/jam dan terjadi dalam waktu singkat. Berdasarkan pantauan BMKG melalui citra satelit.

Pada wilayah yang terdampak puting beliung terdapat awan Cb yang merupakan awan besar, ganas, menjulang tinggi dan merupakan awan hujan. Dasar awan Cb antara 100-600 meter, sedangkan puncaknya dapat mencapai ketinggian 15 km atau lebih.

​Pertumbuhan awan Cb ini dapat terjadi ketika sebelumnya terdapat kondisi dimana pemanasan matahari terjadi sangat intensif pada udara lembab sehingga udara terangkat naik atau proses konveksi.

Adanya pengangkatan udara lembab yang tidak stabil akibat halangan pegunungan, atau mekanisme lain yang juga dapat menjadi sebab tumbuhnya awan Cb di suatu wilayah.

​Terjadinya puting beliung pada siang hari dikarenakan adanya pemanasan oleh sinar matahari yang cukup tinggi pada pagi hari, sehingga menyebabkan terbentuknya awan-awan konvektif pada siang hingga sore hari. (*)

(Penulis merupakan pengamat cuaca dan pemerhati iklim di BMKG Aceh Besar).

Komentar

Indeks Berita