Awalnya Nyaru Pembeli Id, Akhirnya Majelis Gabungan Ormas Islam Grebek Warnet Sedia Judi Online, Begini Kronologisnya

Awalnya Nyaru Pembeli Id, Akhirnya Majelis Gabungan Ormas Islam Grebek Warnet Sedia Judi Online, Begini Kejadiannya

ACEHSATU.COM [ LANGSA – Majelis gabungan Ormas Islam Kota Langsa melakukann penggrebekan salah satu warnet di Kota Langsa yang diduga menyediakan Id judi online jenis Sbobet setelah sebelumnya salah satu anggota Majelis nyarus sebagai pembeli Id judi tersebut.

Dalam penggrebekan tersebut diamankan tiga warga serta menyita barang bukti (BB) berupa satu tas pinggang warna abu-abu, uang senilai Rp 1.850.000, uang pecahan Rp 471.000  dan uang di dalam dompet sebesar Rp 820.000 yang diduga hasil penjualan Id judi tersebut

Selain uang, juga diamankan Id yang sudah dicairkan sebanyak 51 lembar, id sbobet yang akan dijual dengan rincian Id 25 sebanyak dua lembar, Id 50 sebanyak 17 lembar dan Id 100 sebanyak tiga lembar  dan tiga buku rekap hasil penjualan id tersebut.

Juga diamankan, satu unit handphone merk Oppo warna hitam tipe CPH 1803, satu unit handphone merk xiomi redmni play warna biru dan satu unit hand phone merk samsung A9 warna pink.

Informasi yang dhimpun Acehsatu.com, Sabtu (4/7/2020), penggrebek yang dilakukan Majlis Ormas Islam  yang terdiri dari majlis Azzabidi, BKPRMI, FPI, Annabras, DIEFAQ, BMU, MMR dan Majlis Az Zahra dilakukan menjelang tengah malam, Jumat (3/7/2020) sekira pukul 23.00 Wib.

Menurut Koordinator Majelis Gabungan, Tgk Zubir kepada wartawan, Sabtu (4/7/2020) mengatakan, sebelum dilakukan penggrebekan, salah satu anggota FPI menyaru sebagai pembeli Id judi online jenis Sbobet sebesar Rp 30.000. Saat si operator memberikan Id tersebut, pihaknya langsung mengamankan yang bersangkutan bersama barang bukti.

Kemudian dilakukan penyisiran didalam warnet, pihaknya menemukan puluhan kertas ID bekas terpakai yang diduga telah dicairkan berserakan dilokasi komputer dan  mengamankan buku rekap.

Tujuan penggrebekan warnet yang menyediakan judi online jelas Tgk Zubir, bentuk penegakan Syariat Islam di Kota Langsa  dalam rangka pemberantasan judi online.

“Penggrebekan yang dilakukan pihaknya, lanjut Tgk Zubir, menindak lanjuti instruksi Walikota Langsa Nomor  451/3465/2019 tanggal 01 November 2019 terkait penutupan fasilitas karoake dan warnet,” ujar Tgk Zubir.

Dalam menjalankan aksi pencarian barang bukti tersebut, Zubir mengaku didampingi petugas DSI Kota Langsa, untuk itu atas nama majlis gabungan, Zubir, mengucapkan terimakasi kepada DSI dan anggota yang tergabung dalam Majlis Gabungan ini.

Saat ini, tiga warga yang diamankan tersebut sudah diserahkan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut dan warnet tersebut juga sudah ditutup dan disegel Pemko Langsa (*)