Awalnya Divonis 7 Tahun, Pengadilan Tinggi Aceh Sunat Vonis Istri Simpan Sabu Suami Jadi 1 Tahun Penjara

Pengadilan Tinggi Banda Aceh menyunat hukuman Rita Sartika, istri yang menyimpan sabu milik suami, menjadi satu tahun penjara.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pengadilan Tinggi Banda Aceh menyunat hukuman Rita Sartika, istri yang menyimpan sabu milik suami, menjadi satu tahun penjara. Rita awalnya divonis 7 tahun penjara oleh PN Kutacane.

Srperti Dikutip detikcom dari situs Mahkamah Agung, Kamis (21/10/2020), kasus ini bermula saat Rita menerima dua bungkus sabu dari suaminya Junaidi Santoso (DPO) pada 23 Februari lalu. Sabu 86,89 gram itu disimpan di dalam dandang serta dompet miliknya.

Ilustrasi palu hakim (Foto: Ari Saputra-detikcom)

Sehari berselang, polisi mendatangi rumah Rita karena dicurigai kerap dijadikan lokasi transaksi sabu. Rita kemudian menunjukkan lokasi dia menyembunyikan sabu.

Barang bukti tersebut ditemukan di dalam dandang aluminium sebanyak dua bungkus seberat 70,65 gram, serta di dalam dompet sebanyak 28 bungkus dengan berat 4,39 gram. Rita juga mengaku menyimpan satu bungkus sabu yang disimpan dalam toples.

Polisi kemudian membawa Rita ke Polres Aceh Tenggara untuk menjalani pemeriksaan. Rita pun diadili di PN Kutacane. Dalam persidangan, Rita dituntut satu tahun penjara.

Majelis hakim memvonis ibu rumah tangga tersebut tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Putusan itu diketuk majelis yang diketahui Yusti Cinianus Radjah pada Kamis (13/8).

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding. Lalu apa kata PT Banda Aceh?

“Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Kutacane, tanggal 13 Agustus 2020 nomor 117/pid.sus/2020/PN KTN yang dimintakan banding,” putus hakim PT Banda Aceh, Rabu (20/10).

Hakim yang diketuai Moch Zaenal Arifin menyatakan Rita terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana menyimpan atau menguasai narkotika golongan I.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun,” ketok hakim. (*)