oleh

Apa Kata Tukang Becak Banda Aceh Terkait Pelayanan Transportasi Online di Negeri Syariah?

-Indeks-45 views

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Sakiral Amdi (61 tahun) seorang pensiunan Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh sejak 2013 kini berprofesi sebagai tukang becak bermotor.

Sejak 3 Juni 2017 akunya mulai menarik becak, baginya transportasi umum menjadi ruang cari rezeki, namun tidak boleh melanggar syariat, Sabtu (8/9/2018).

“Seharusnya cari rezeki itu yang halal, juga berupaya menjaga kualitas pelaksanaan syariat, tanpa bermaksud merasa tersaingi, saya anggap munculnya ojek online sebagai fasilitas transportasi yang murah, bagus dan positif, tapi harus tetap syar’i,” ungkapnya ketika berkesempatan wawancara langsung dengan ACEHSATU.com.

Syakiral bermaksud mengutarakan harapannya kepada Pemko Banda Aceh khususnya yang menangani kebijakan dan aturan transportasi di wilayah Ibukota Propinsi Aceh Banda Aceh agar mempertimbangkan kembali nilai-nilai pemberlakuan syariat di bumi Aceh.

BACA: Di Aceh Besar Game Ludo Online Telan Korban Jiwa, Kok Bisa?

“Saya pikir memang penting ada kesadaran semua pihak untuk terhindarnya penumpang yang menyewa fasilitas transportasi online dari kejanggalan dan menyimpang syariat, buktinya bisa kita lihat sampai larut malam masih ada penumpang nonmuhrim berboncengan di sepeda motor,” paparnya.

Kehadiran Trans Kutaraja sebagai fasilitas yang disediakan Pemko Banda Aceh maupun adanya pihak swasta menyediakan fasilitas pesan antar penumpang umum via online sama sekali tidak mempengaruhi omzet penghasilan Syakiral.

“Saya sebagai tukang becak di Banda tidak merasa tersaingi kok, khan rezeki itu sudah ditentukan Tuhan, asalkan kita mau berusaha dan ikhtiar,” anjurnya.

Sakiral sendiri adalah putra kelahiran Banda Aceh, sejak pensiun tahun 2013 dari Dinas Kebersihan Pemko Banda Aceh mengaku sering sakit-sakitan, hipertensi dan terkadang sering kehilangan semangat beraktivitas di masa tuanya.

Namun sejak setahun silam (2017), Sakiral berupaya memperbaiki kesehatannya yang cenderung melemah.

BACA: Nama Ayu Ting Ting Ada dalam Katalog Prostitusi Online

“Sejak narik becak, saya malah makin sehat sampai sekarang, beda dengan teman-teman saya yang juga pensiun namun tidak bekerja apapun, kesehatan saya justru membuat semakin semangat mencari rezeki tambahan,” lanjutnya.

Sakiral mengaku bahwa selain hanya berpenghasilan dari gaji pensiun, namun dengan tanggung jawabnya agar bisa membantu biaya kuliah anaknya di Serang, Jakarta membuat dirinya harus bekerja lagi, dengan menjadi tukang becak walau tak merasa beban.

“Selaku warga Banda Aceh, saya mempertanyakan kebijakan Pemko Banda Aceh terkait adanya kegiatan transportasi publik yang membuka peluang menjurus pelanggaran syariat Islam, terkait supir ojek online yang menaikkan penumpang nonmuhrim hingga larut malam,” tanyanya melalui media ini.

Saran tukang becak kelahiran asli Banda Aceh ini agar Pemko Banda Aceh memisahkan antara lawan jenis dari pengendara maupun penumpang ojek online.

Sehingga kebijakan ini mampu sesuai dengan misi dan visi kota Banda yang mengaku syar’i. (*)

Komentar

Indeks Berita