Warga Menulis

Apa Itu Program SRJS?

Harapannya, warga ini nanti bisa berperan melakukan advokasi di tingkat lokal dan meningkatkan pengawasan.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Shares Resource Joint Solution (SRJS) adalah sebuah program yang dicanangkan World Wide Fund for Nature (WWF) North Sumatera bersama Forum  Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, dan Balai Syura Ureung Inong Aceh.

Program ini bertujuan membangun sistem pemantauan melalui pelaporan berbasis citizen journalism yang dikelola oleh Portal Berita ACEHSATU.com sebagai media partner SRJS.

Acara pelatihan yang digelar di Hotel Kriyad Muraya Banda Aceh, Rabu (5/9/2018), bagi 27 warga dari daerah lansekap DAS Peusangan, DAS Jambo Aye, dan DAS Tamiang.

Manajer WWF Northern Sumatera, Dede Suhendra mengatakan, pihaknya terus membangun jaringan jurnalisme warga dengan melatih dasar-dasar menjadi jurnalis warga bagi CSO dan kelompok masyarakat termasuk kelompok rentan perempuan.

Program ini, tambah Dede, membuat platform pelaporan publik untuk kasus-kasus lingkungan dan kehutanan yang dipublikasikan melalui kanal citizen journalism di website ACEHSATU.com dan meneruskan laporan-laporan penting kepada pihak pengambil keputusan.

BACA: WWF Perkuat Jaringan Pelaporan Isu Lingkungan Bersama Warga Pedalaman

Tujuannya, meningkatkan peran CSO, CBO dan kelompok rentan terutama perempuan untuk memantau dan mengadvokasi masalah-masalah kehutanan dan lingkungan hidup di sekitar mereka.

Dalam konteks Aceh saat ini, masalah kehutanan yang dihadapi adalah meningkatnya konflik satwa dan manusia.

Selain itu persoalan perburuan, kebakaran hutan dan lahan dan kejahatan kehutanan lainnya kerap terjadi dan tidak terlaporkan untuk pencegahan.

Untuk itu perlu penanganan serius kasus ini dengan cara lain yang lebih baik dan efektif dan juga agar pelaporan kasus lebih cepat.

Sehingga kasus ini lebih banyak diketahui oleh pihak luar dan harapannya segera cepat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Sangat penting adanya mekanisme pelaporan melalui metode citizen journalism (warga menulis) karena efektif dan juga agar pelaporan kasus lebih cepat.

Sehingga berbagai kasus lingkungan lebih banyak diketahui oleh pihak luar dan harapannya segera cepat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Model citizen journalism ini, pernah dikembangkan WWF Indonesia di Aceh dan beberapa daerah lainnya untuk meningkatkan peran serta kelompok masyarakat yang rentan terkena dampak dari kerusakan lingkungan dan kehutanan dan konflik satwa di berbagai daerah.

Sehingga warga turut aktif memantau masalah-masalah lingkungan hidup di sekitar mereka.

Sebelumnya, WWF juga telah menggandeng Tempo Media untuk mengelola laporan jurnalisme warga dari berbagai daerah termasuk Aceh.

BACA: WWF dan ACEHSATU.com Adakan Pelatihan Jurnalisme Warga

Khusus untuk Program SRJS yang wilayah kerjanya mencakup lansekap Peusangan, Jambo Aye, dan Tamiang.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

ACEHSATU.com sebagai portal berita di Aceh dipercayakan untuk mengelola laporan jurnalisme warga untuk dapat dipublikasikan dan diteruskan kepada pihak berwenang.

Harapannya, warga ini nanti bisa berperan melakukan advokasi di tingkat lokal dan meningkatkan pengawasan.

Salah satu alat yang bisa dipakai untuk mengukur efektivitas sejauh mana peran-peran advokasi dan pemantauan telah tumbuh di CSO dan CBO adalah dengan membangun sistem pelaporan berbasis jurnalisme warga yang akan dilakukan dari wilayah mereka masing-masing. (*)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Apa Itu Program SRJS? - Aceh Landscape

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top