oleh

Antologi ‘Emun’ Karya Win Ansar Menangkan Kompetisi Penerbitan Buku Puisi Gratis FAM Indonesia

-Budaya dan Seni-55 views

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Buku kumpulan puisi berjudul Emun karya penyair muda asal Aceh Ansar Salihin (Win Ansar) lolos seleksi penerbitan buku gratis yang dilaksanakan oleh Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

FAM berpusat di Pare, Jawa Timur melalui rilisnya kepada ACEHSATU.com menyebut bahwa Pengumuman oleh FAM Publishing pada Rabu (21/11/2018) melalui akun Facebook Aishiteru Menulis di Grup Forum Aisiteru Menulis (FAM) Indonesia, Win berhasil terpilih.

Melalui akun facebook tersebut FAM Publishing menulis pengumuman selamat kepada Win Ansar sebagai pemenang penerbitan naskah antologi puisi miliknya terbit gratis.

Hal tersebut diputuskan oleh Tim Naskah FAM setelah menyeleksi keseluruhan naskah berjumlah 52 naskah.

“Tim FAM Publishing memilih naskah-naskah terbaik untuk diterbitkan secara gratis oleh FAM Indonesia” tulis akun facebook Aishiteru.

Ada tiga kategori buku yang terbitkan secara gratis, yaitu novel, cerpen dan puisi. Naskah Ansar Salihin terpilih pada kategori buku puisi yang berjudul ‘Emun’, tertulis dalam pengumuman itu nama penulis Ansar Salihin dan asal Bener Meriah, Aceh.

“Judul naskah dan nama penulis terpilih, adalah sebagai berikut. Kategori Puisi: 1. Judul: Emun, Ansar Salihin (Bener Meriah, Aceh), 2. Judul: Kerokan, Budi Setiawan (Magelang), 3. Judul: Ayah dan Kerinduanku, Gafur Abdullah (Pemekasan, Madura) dan 4. Epiest Gee, Enam Penulis ASM” demikian ditulis dalam pengumuman tersebut.

Saat dikonfirmasi, Win Ansar membenarkan bahwa naskah buku kumpulan puisi miliknya berjudul ‘Emun’ lolos dalam seleksi penerbitan naskah gratis di FAM Indonesia.

“10 hari yang lalu saya mengirim naskah puisi ke penerbit FAM Indonesia setelah membaca pengumuman adanya seleksi naskah terbit secara gratis oleh penerbitan FAM, kemudian tanggal 21 November 2018 diumumkan dan Alhamdulillah naskah saya lolos seleksi sebagai salah satunya dari 52 naskah” Kata Win Ansar.

Ansar Salihin lahir di Buntul Kepies, Kecamatan Permata, Bener Meriah (11 Juni 1991), saat ini tercatat sedang menyelesaikan tugas akhir tesis di Program Pascasarjana ISI Padang Panjang.

Win sehari-harinya berprofesi sebagai guru pada SMK Negeri 1 Mesjid Raya Aceh Besar bidang keahlian Desain Kriya Kreatif. Ia juga anggota tim peneliti The Gayo Institut (TGI) Bener Meriah. (*)

Komentar

Indeks Berita