oleh

Anggota DPRK Aceh Timur Ikut Tolak Kedatangan Warga China ke Rumah Sakit Peureulak

-Aceh Timur, Indeks, Nanggroe-4.221 views

Anggota DPRK Aceh Timur Ikut Tolak Kedatangan Warga China ke Rumah Sakit Peureulak

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – Kedatangan warga Cina yang hendak menyerahkan bantuan medis penanganan Covid-19 di RSUD Peureulak, Aceh Timur, Selasa (9/6/2020) mendapat penolakan, termasuk dari Anggota DPRK Aceh Timur, Muhammad alias Amad Leumbeng.

Poltiisi dari Fraksi Partai Aceh sebelumnya sempat mengunggah foto saat ia ikut menolak warga Cina tersebut hendak menyerahkan bantuan medis ke RSUD Peureulak, di akun facebooknya bernama Panglima Asahan.

Hingga Rabu siang pukul 13.30 WIB, foto yang diunggahnya di akun FB Panglima Asahan tersebut sudah dibagikan sekitar 1.172 kali, 615 disukai, dan 438 komenter netizen.

Anggota DPRK mantan Panglima GAM Asahan ini mengaku, saat itu sekitar pukul 13.00 WIB, ia hendak pulang setelah menjenguk warga sakit di RSUD Peureulak tersebut.

Kemudian ia tiba-tiba didatangi petugas security rumah sakit dan diberitahu, bahwa rumah sakit didatangi sejumlah warga Cina yang membawa bantuan medis.

Kemudian, ia kembali ke rumah sakit menanyakan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

Mereka, jelas Amat Leumbeng, datang menggunakan dua mobil Innova.

Sebanyak 6 orang turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah sakit membawa sejumlah peralatan medis seperti masker, infus, APD, dan sejumlah alat medis lainnya.

Diatakan, peralatan medis yang dibawa langsung dibawa masuk ke dalam rumah sakit dan tidak ada yang berani terima. Mereka mengaku ingin menyerahkan bantuan, tapi saya menolak dan bantuan tidak jadi diterima.

Kemudian, lanjut Amat Leumbeng, warga Cina tersebut sempat dibawa ke kantor Polsek Peureulak dan tak lama kemudian melanjutkan perjalan ke arah Medan.

Jubir Tim Gugus Tugas Covid-10 Aceh Timur, dr Edi Gunawan, membenarkan Selasa kemarin, RSUD Sulthan Abdul Aziz Syah Peureulak, didatangi oleh sejumlah warga Cina yang membawa alat-alat medis.

Dr Edi Gunawan mengaku, informasi yang diperolehnya dari Direktur RSUD Peureulak, dr Dharma, bahwa warga Cina itu berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Tapi mereka tidak berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Aceh Timur, sedangkan mereka datang dari zona Merah Medan,” katanya. (*)

LIHAT VIDEONYA:

 

Indeks Berita