Anda ke Pidie Jaya, Jangan Lupa Mampir di Objek Wisata Ini

Sehingga tak heran jika sebelum tahun 2017 lalu, pantai ini luar biasa ramai, karena sebagian orang ingin tahu bagaimana sebenarnya pantai tersebut. Pantai ini sempat lumpuh, pasca gempa bumi akhir Desember 2016 lalu.
Anak-anak sedang bermain di Pantai Meurah Seutia Meureudu, Pidie Jaya, Minggu (27/9/2020). Foto. ACEHSATU.COM/Abdullah Gani.

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA – Jika kebetulan Anda ke wilayah Pidie Jaya, kalau boleh diminta singgah lah sejenak di Pantai Meurah Seutia. Objek wisata bahari yang terletak di Gampong Meunasah Balek Kecamatan Meureudu, sebelumnya terkenal dengan sebutan “Pantai Manohara”.

Sehingga tak heran jika sebelum tahun 2017 lalu, pantai ini luar biasa ramai, karena sebagian orang ingin tahu bagaimana sebenarnya pantai tersebut. Pantai ini sempat lumpuh, pasca gempa bumi akhir Desember 2016 lalu.

Belakangan atau beberapa bulan terakhir, Pantai Meurah Seutia kembali ramai pengunjung. Tidak hanya kaulamuda dan anak-anak semata, bahkan orangtua dengan memboyong anggota keluarganya setiap hari libur terutama Minggu pagi dan petang berkunjung ke pantai ini.

Maraknya objek wisata bahari ini memberi keberuntungan bagi perekonomian khususnya warga yang membuka usaha jajanan makanan ringan. Puuhan pondok atau keude mini yang sebelumnya ditinggal pemilik kini kembali beraktivitas.

Keramaian objek wisata ini selain pantainya landai dan beberapa puuh meter dangkal juga didukung oleh pepohonan yang sangat rindang. Sehingga pengunjung dapat menikmati laut lepas di bawah pepohonan yang telah ditata rapi dengan tempat duduk baik pondok kecil maupun kursi.

Puluhan warung jajanan makanan ringan berjejer sepanjang pantai hingga muara sungai atau babah kuala sepanjang kurang lebih 500 meter yang membelah Kecamatan Meureudu dan Meurahdua.

Pasca gempa bumi Pijay akhir Desember 2016 lalu hingga dua tahun berikutnya atau hingga 2019 lau, lokasi ini sepi senyap. Karena ditinggal pengunjung, sehingga semua warung yang ada disana berantakan dan semua bale-bale kecil langsung dilego pemiliknya dengan harga miring.

Awal 2020 pantai ini berangsur-angsur didatangi warga dan suasana pun berubah drastic. Sebuah dayah (balai pengajian) kini mangkal di tengah-tengah objek wisata ini. Setiap hari, jelang pukul 18.00 WIB, pantai ini mulai kosong.

Beberapa pedagang yang membuka usaha mencari rezeki di lokasi tersebut kepada Acehsatu.com, Minggu (27/9/2020) menuturkan, keramaian pantai berlansgung pada hari-hari libur terutama di hari Minggu.

Ratusan warga terutama sepanjang pagi hingga jelang siang memboyong anggota keluarganya ke pantai dan sebagian mandi-mandi di laut dengan canda ria bersama anak-anaknya.

Seperti disampaikan Umar, salah seorang pedagang makanan dan minuman. Selama ini, kata Umar, pada hari Minggu pantai tersebut ramai pengunjung. Tidak hanya anak-anak atau kaulamuda, sebagian orang dewasa dengan menyertai anggota keluarganya mendatangi pantai. Ada juga sebagian pengunjung memilih berekreasi pada petang hari.  Pedang lainnya menyebutkan, warga datang dari sejumlah kecamatan di Pidie Jaya. Bahkan ada juga dari luar Pijay seperti Pidie dan kabupaten Bireuen.

Biasanya, yang dari luar Pijay adalah warga yang kebetulan menghadiri acara semisal pesta perkawinan atau kenduri hajatan lainnya secara rombongan. Lalu menyempatkan untuk melihat-lihat bagaimana sebetulnya lokasi yang disbeut Pantai Manohara.

Amatan ACEHSATU.COM, Minggu (27/9/2020), suasana pantai sangat marak terutama dengan banyaknya pengunjung yang mandi-mandi di laut. Sebagian anak-anak bermain bercandaria sesama temannya. Tak ayal, pedagang makanan dan minuman pun dapat rezeki.

“Selama dua atau tiga bulan terakhir, setiap Minggu ramai pengunjung,” kata seorang pedagang.       

Keuchik Gampong Meunasah Balek, Azhar, yang dikonfirmasi Acehsatu.com membenarkan, Pantai Meurah Seutia di wilayahnya dalam beberapa bulan terakhir kembali ramai pengunjung.

Pantai tersebut sempat sepi pasca gempa bumi akhir Desember 2016 lalu hingga jelang dua tahun berikutnya. Ditambahkan, beberapa bulan lalu, pantai tersebut sudah diusulkan ke pemerintah pusat agar menjadi salah satu objek wisata Islami yang terdaftar di kementerian terkait.

Kabid Pariwisata Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Pidie Jaya, Iqbal menjawab Acehsatu.com mengatakan, Pantai Meurah Seutia Meureudu, salah satu lokasi yang banyak dikunjungi warga pada hari-hari libur.

Objek wisata lainnya yang mulai ramai adalah, Pantai Islami Kuthang Kecamatan Trienggadeng, objek wisata Bate Gla Gampong Abah Lueng Jiem-Jiem Kecamatan Bandarbaru. Sementara beberapa objek wisata lainnya kini sedang dijejaki, kata Iqbal. (*)