Anak Bacok Ayah Kandung di Bireuen, Mengamuk karena tak Ada Uang

Informasi dihimpun, motif pelaku membacok ayah kandungnya hanya karena emosi lantaran tak ada uang saat diminta.
Anak Bacok Ayah Kandung di Bireuen
Foto Istimewa

Anak Bacok Ayah Kandung di Bireuen

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Anak bacok ayah kandung di Bireuen jadi trending topik media sosial di Aceh.Sumpah serapah netizen menghiasi postingan laman media sosial.

Kasus tersebut terjadi Desa Sukaramai, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.

Pria berinisial Msk (30), mengamuk hingga membacok ayah kandungnya Jufri Ismail (60) di kawasan Pos Jaga, desa tersebut.

Informasi dihimpun, motif pelaku membacok ayah kandungnya hanya karena emosi lantaran tak ada uang saat diminta.

Akibat perbuatan putranya itu, Jufri Ismail mengalami luka parah di tangan dan kepalanya, sehingga ia harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.

Selain orang tuanya, rekan Jufri Ismail bernama M Yusuf (64), warga desa setempat juga terkena bacokan pelaku di jarinya.

Pasalnya, saat itu M Yusuf yang sedang duduk bersama Jufri Ismail mencoba melerai perbuatan pelaku terhadap ayah kandungnya tersebut.

Atas kejadian ini, M Yusuf harus berobat di Puskesmas Makmur, meski cukup dengan berobat jalan.

Kronologi Kejadian

Anak bacok ayah kandung di Bireuen menjadi kabar menghebohkan.

Diketahui, pelaku setahun terakhir berada di Jakarta, namun beberapa bulan lalu pulang ke kampung halaman di Desa Sukaramai, Kecamatan Makmur, Bireuen.

Kemarin sore, pelaku mencari-cari orang tuanya dan diketahui orang tuanya sedang berada di rumah neneknya.

Anak Bacok Ayah Kandung di Bireuen
Foto Istimewa

Namun setiba di sana, pelaku tidak menemukan orang tuanya.

Pelaku mencari di beberapa tempat dan menemukan orang tuanya sedang duduk di Pos Jaga Desa Sukaramai bersama rekannya bernama M Yusuf.

Dalam pertemuan singkat tersebut, sempat berdialog antara ayah dan anak.

Sang anak marah-marah. Tiba-tiba sang anak mengeluarkan parang dan membacok orang tuanya.

“Orang tuanya sempat hendak melarikan diri dari amukan anaknya, namun sekeliling pos jaga dipagar

dengan spanduk pencegahan virus corona, sehingga ia terkena bacokan,” ujar sumber tersebut.

Rekan orang tuanya bernama M Yusuf mencoba melerai aksi pelaku, namun korban juga terkena tebasan di jarinya.

Setelah kejadian membacok orang tuanya, pelaku melarikan diri ke arah selatan dan kembali lagi ke arah Pandak.

Kemudian pelaku berhasil diamankan tim Polsek Makmur Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Dimmas Adhit Putranto, yang dikonfirmasi wartawan menceritakan kronologis kejadian ini sesuai keterangan saksi mata.

Bahwa saat itu, Jufri Ismail dan M Yusuf sedang duduk di Posko Covid-19 di Desa Sukaramai, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.

Tiba-tiba pria berinisial Msk yang merupakan anak Jufri Ismail datang membawa sebilah parang di tangan kanannya dan menjumpai orang tuanya untuk meminta uang.

Namun, orang tuanya tidak ada uang, sehingga anaknya langsung marah dan membacok orang tuanya di bagian kepala sebelah kiri tiga kali.

Selain itu, pelaku juga membacok M Yusuf yang mencoba melerai perbuatan pelaku.

M Yusuf terkena bacokan  di jari tangan sebelah kiri, kedua korban terjatuh  di dekat Posko Covid-19 ini.

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri . Sedangkan korban atas nama Jufri Ismail dibawa ke RSUD dr Fauziah Bireuen.

Adapun M Yusuf menjalani perawatan jalan di Puskesmas Makmur.

Mendapatkan informasi kejadian pembacokan, personil Polsek Makmur yang dipimpin oleh Kapolsek Makmur Ipda Azharuddin langsung membagi dua tim mengejar tersangka Msk.

Kemudian polisi mendapat informasi pelaku sedang berada di rumah familinya di Desa Pandak.

Akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka pembacokan terhadap ayah kandungnya dan satu warga lainnya.  (*)