Banda Aceh

Aminullah Turut Pukul Rapai Penampilan Nasyid Hadrah Nurun Nabi Usai Buka Zikir dan Tausiah Gemilang

Penampilan Aminullah memukul rapai terlihat menyatu dengan jamaah Selawat Rapai Zawiyah Nurun Nabi, dari Lambhuk.

ACEHSATU.COM – BANDA ACEH – Zikir dan Tausiah Gemilang (rutin) yang dilaksanakan di Kota Banda Aceh kali ini berlangsung berbeda dari biasanya.

Aminullah Usman selain membuka kegiatan zikir dan tausiah tersebut pada penutupannya menyempatkan diri menjadi salah satu pemukul rapai pengiring penampilan Nasyid Hadrah Nurun Nabi-Aceh.

Sebagai wujud dari program yang digagas walikota, zikir dan tausiah menjadi salah satu item menjadikan kehidupan di Kota Banda Aceh penuh nuansa Islami.

Karenanya pula ia sebagai pucuk pimpinan di Kotamadya Banda Aceh terlihat antusias membuka dan mengikuti program dari Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang (MPG).

Bertindak sebagai protokol, Tgk. Jumaris, S. Ag menyampaikan pula bahwa program zikir dan tausiah di Banda Aceh akan terus dikembangkan, bahkan akan ada juga program salat Subuh berjamaah ke depan.

Kegiatan zikir dan tausiah yang berlangsung Jumat (malam tadi) (12/10/2018) dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dibawakan oleh Tgk. M. Raqif Ramadhani, S. Pd, dilanjutkan tausiah agama Islam oleh Tgk. Ustaz Umar Rafsanjani, Lc, MA ia merupakan pimpinan Dayah Mini-Aceh.

Acara puncak berupa zikir serta doa bersama dipimpin oleh Tgk. H. Jamhuri Ramly, SQ, Al-Hafidh, ia merupakan pimpinan Majelis Zikir “Zawiyah Nurun nabi” Aceh, zikir juga turut dipandu oleh Ustaz Zul Arafah.

Melalui tausiahnya, Ustaz Umar Rafsanjani menyampaikan bahwa menurutnya Kota Banda Aceh makin membaik, harapan kita walau di sana-sini ada muncul kritik dan ketidakpuasan atas pembangunan dan pelaksanaannya.

Hal itu masih dapat dianggap sebagai motivasi bagi pengambil kebijakan, dalam hal ini Walikota Banda Aceh, Aminullah agar terus berupaya mewujudkan program yang sudah digagas dan tinggal dilaksanakan.

“Ini masa melaksanakan janji yang pernah dikampanyekan, kita akan dukung penuh, terutama terkait program mewujudkan Banda Aceh sebagai kota seribu zikir, jika tak dilaksanakan, maka kami akan maju terdepan untuk mewujudkannya,” ujar Ustaz Rafsanjani.

Program keliling mesjid-mesjid di wilayah kota, perdana ke Mesjid Oman Kemukiman Lamprit adalah salah satu target bersama.

“Program Keliling Subuh juga harus dapat terlaksana ke depan, Banda Aceh akan jadi Kota zikir, kota gemilang dalam bingkai syariah,” paparnya optimis, disambut gemuruh jamaah yang turut apresiatif mendukung kinerja walikota.

Kegiatan Zikir dan Tausiah Gemilang rutin kali ini selain dihadiri dan dibuka langsung oleh walikota, turut hadir Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin. Dari kalangan ulama, turut dihadiri oleh beberapa tokoh, antaranya; Tgk. H. M. Sufi (Abadi), Tgk Zul Arafah, Tgk.H. Waled Mohd. Isa, Tgk H. Syibral Malasyi, Tgk H. Waled  Bukhari, Tgk Muzakkir Hanka, Tgk Zulfikar SBY, Tgk Ali Akbar serta terlihat juga hadir Tgk. Hafidhi.

Penampilan Aminullah memukul rapai terlihat menyatu dengan jamaah Selawat Rapai Zawiyah Nurun Nabi, dari Lambhuk.

Persembahan Selawat Rapai tersebut merupakan seni Islami menjadikan nasyid dan nazam sebagai bagian syiar Islam, kelompok seni Islami ini adalah bagian dari pimpinan Tariqat Nahsyahbandiah Tgk. H. Jamhuri Ramli Sq, MA,

“Rombongan nasyid, selawat maupun nazam memakai alat musik rapai, bass, darbuka, juga zimbe ini sudah pernah berpentas diberbagai tempat, nasional seperti di Jakarta, internasional seperti di Singapura dan Malaysia,” terang Ustaz Popon selaku salah seorang personel. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top