Allahu Akbar!! Tidak Ada Bukti Jamaah Masjid Terpapar Corona

ACEHSATU.COM – Sejauh ini belum ada data konkrit baik dari hasil penelitian atau fakta ditemukan di lapangan jamaah masjid terpapar corona karena melakukan shalat berjamaah.

Justru baru-baru ini penularan virsu corona ditemukan pada 13 gereja di Korea Selatan “Penularan ini diduga terjadi saat pasien melakukan acara doa bersama di gereja secara bergantian,” begitu penjelasan dari KCDC, dikutip tempo.co, Rabu (03/06/2020).

KCDC adalah sebuah lembaga Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit di Korea Selatan.

Tidak hanya di negara luar, di Indonesia juga ratusan jemaat gereja di Bandung, Batam, dan Jawa Timur terpapar virus corona saat mendatangi rumah ibadah mereka untuk melakukan ritual dan diduga terjadi kontak fisik dengan pendeta sebagai penyebabnya.

Barangkali itu hanya baru sebagian saja yang terungkap. Bisa jadi masih banyak jemaat lain yang terkena virus asal Wuhan China tersebut yang tidak dipublikasi.

Informasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK), saat ini sudah ada lima orang jemaat Gereja Bethel Indonesia yang meninggal dunia akibat COVID-19. Mereka terpapar COVID-19 setelah mengikuti seminar keagamaan yang digelar di Lembang pada awal Maret 2020.

Masjid dan Gereja memang dua rumah ibadah yang tidak sama. Selain karena beda akidah dan keimanan, berbeda pula dalam tata cara pelaksanaan satu ibadah. Misalnya shalat bagi umat Islam.

Bagi umat muslim, masjid diimani sebagai tempat suci di muka bumi dan diperuntukkan hanya sebagai tempat untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt. Sang Khalik pencipta alam semesta.

Masjid dikatakan juga rumah Allah. Tempat ini memiliki begitu banyak kelebihan, keutamaan dan keagungan.

Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu meriwayatkan- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya, dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Sebagai tempat suci, masjid bukan hanya bersih namun juga terhindar dari berbagai macam najis dan kotoran. Bahkan orang mabuk sekalipun dilarang mendekati masjid. Begitulah Allah menjaga “rumah” NYA.

Karena itu pula setiap orang yang hendak memasuki masjid maka wajib bagi dirinya untuk berwudhu dan suci baik lahir maupun batin.

Berwudhu bukan hanya semata-mata sebagai syarat sahnya shalat. Tetapi juga sangat bermanfaat secara kesehatan dan dapat mencegah penyakit. Sudah banyak penelitian dunia medis yang menemukan rahasia kesehatan dibalik berwudhu.

Oleh karena itu umat Islam tidak perlu takut berlebihan terpapar corona bila mendatangi masjid untuk melakukan shalat berjamaah. Malah dengan menegakkan shalat berjamaah dan melakukan doa bersama di rumah Allah, wabah corona akan dicabut oleh Allah Swt, yakinlah dan imani akan hal ini.

Namun begitu sebagai bentuk ikhtiar kita wajib melakukan tindakan preventif seperti mengikuti protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah. Bagaimanapun takdir Allah itu dimulai sejak kita membuat pilihan.

Terakhir saya ingin simpulkan bahwa tidak usah lah pihak manapun menanamkan stigma bahwa masjid itu berbahaya dan mudah terjangkit virus corona karena umat muslim mendirikan shalat berjamaah. Sebab jamaah yang berwudhu dijamin Allah akan kebersihan pada dirinya karena mencuci tangan, membasuh muka, dan anggota tubuh lainnya. (*)