oleh

Aliansi Santri dan Masyarakat, Ajak Elit Politik Hormati Demokrasi

-Indeks-62 views

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Aliansi Santri, Pemuda dan mahasiswa (SAPMA) Aceh mengutuk akar intelektual dan pelaku kerusuhan yang terjadi di kantor KPU dan Bawaslu beberapa hari terakhir ini yang telah menodai Bulai suci Ramadhan.

Kordinartor Aliansi Miswar Ibrahim mengutuk dalang aktor kerusuhan aksi damai 22 mei di Jakarta, dan menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan elit politik untuk menghormati proses demokrasi yang sedang berlangsung dan menjaga kesucian ramadhan.

Aliansi Santri, Pemuda dan mahasiswa (SAPMA) Aceh mengutuk akar intelektual dan pelaku kerusuhan yang terjadi di kantor KPU dan Bawaslu beberapa hari terakhir ini yang telah menodai Bulai suci Ramadhan | Foto Mustakim

“kami mendukung sepenuhnya TNI/Polri untuk menindak tegas pelaku kerusuhan dan medukung Polri untuk mengusut siap aktor di balik kerusuhan tersebut.“ujar Miswar, Kamis 23 Mei 2019.

Lanjutnya, ia tetap mendukung masyarakat dalam menyapaikan pendapatnya di depan publik karna hal sudah dilindungi oleh konstitusi dan sebagai Negara yang demokrasi Sudah saatnya kita mengedepankan musyawarah dan mufakat.

“pendapat harus di sampaikan dengan damai dan tertib, jangan sampai melukai demokrasi dan fasilitas publik , “ujarnya.

Selain itu, sambungnya, saat proses pilpres dan pileg kemarin ada 120 lembaga dan delegasi yang sudah mendaftar sekaligus mengawasi jalannya pemilu serentak 2019.

“sebagai mana kata ketua KPU RI bahwa lembaga pemantau tersebut terdiri dari organisasi sipil, NGO,Institusi Swasta dan di tambah dengan saksi partai empat orang, satu saksi dari calon presiden.

Kalau di jumlahkan ada lima dikali 8 ribu tps berarti ada empat juta saksi mengawasi di tambah dengan bawaslu.”ulasnya.

Ia berujar, seharusnya elit politik bisa memberikan contoh yang baik dalam berdemokrasi, bukan malah teriak curang sana, curang sini.

“Rakyat sudah menentukan pilihannya pada tanggal 17 april kemarin, dan berdasarkan real count KPU paslon no 01 sudah unggul dengan 55, 50 persen Sedangkan Paslon 02 unggul 45.50 persen.

Kalau pun tidak menerima hasil pilihan rakyat, bisa mengajukan ke MK dan sudah di atur oleh konstitusi.

Bukan malah memperburuk demokrasi,“ pungkasnya. (*)

Komentar

Indeks Berita