Aliansi Masyarakat Pecinta Habaib dan Ulama Bireuen Tuntut HRS Dibebaskan Tanpa Syarat

Aksi damai digelar Aliansi Masyarakat/Ormas Pecinta Habaib dan Ulama Bireuen, yang menuntut dibebaskannya Habib Rizieq Syihab tanpa syarat dan meminta diusut tuntas kasus pembunuhan enam orang laskar khususnya.
Aliansi Masyarakat Pecinta Habaib
Aliansi Masyarakat Pecinta Habaib dan Ulama Bireuen tuntut HRS dibebaskan tanpa syarat. Foto Rahmat Hidayat

Aliansi Masyarakat Pecinta Habaib dan Ulama Bireuen Tuntut HRS Dibebaskan Tanpa Syarat

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Aksi damai digelar Aliansi Masyarakat/Ormas Pecinta Habaib dan Ulama Bireuen, yang menuntut dibebaskannya Habib Rizieq Syihab tanpa syarat dan meminta diusut tuntas kasus pembunuhan enam orang laskar khususnya.

Dalam aksi melibatkan sejumlah peserta aksi dijaga TNI-Polri, digelar pertemuan antara tokoh agama yaitu Tgk H Jalaluddin Mukhtar bersama koordinator lapangan Iskandar (Tuih) dengan Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi disertai Wakapolres Kompol Adli SE dan Kabag Ops AKP Yasir SE MSM.

Baca Juga: VIDEO, Detik-detik Haura Amalia Tewas Dillindas Ayah

Hasil dialog dan pertemuan berlangsung di Paya Kareung di balai kubu syuhada, diperoleh kesepakatan bersama ditandai dengan serah terima peryataan sikap dan tuntutan dari peserta aksi yang diserahkan koordinator lapangan kepada Kapolres Bireuen, Rabu (23/12/2020) siang.

Tgk H Jalaluddin Mukhtar didampingi Korlap Iskandar (Tuih) dan peserta aksi selesai pertemuan ditanyai wartawan mengatakan, kami aliansi masyarakat/ormas pecinta habaib dan ulama Bireuen, menyatakan sikap, tadi aksi super damai akan digelar di Mapolres karena sesuatu dan lain hal, maka digelar dikubu syuhada.

Adapun tuntutan pertama kami meminta dibebaskan HRS tanpa syarat, dikarenakan penahanan beliau terkesan dipaksakan, dan kami menuntut untuk diungkap tuntas kasus pembunuhan enam laskar khusus HRS seadil-adilnya. Kalau memang tidak bisa diadili di negeri kita sendiri, sehingga turunnya pengadilan internasional.

Dikatakan juga bahwa, kami masyarakat tidak menginginkan adanya adu domba sebagaimana terlihat dimedia, kelompok-kelompok tertentu, mengadu domba antara masyarakat Aceh dengan para ulama.

“Sebagaimana dituliskan dalam spanduk-spanduk menolak ulama luar Aceh, kami tidak butuh ulama luar bahkan ada foto HRS dipalang, dalam hal tersebut kami tidak menginginkan. Kami masyarakat Aceh butuh Habib Rizik Syihab, dan kami mendukung HRS dilepas tanpa syarat,” ujar Tgk Jalaluddin Mukhtar.

Aliansi Masyarakat Pecinta Habaib
Aliansi Masyarakat Pecinta Habaib dan Ulama Bireuen tuntut HRS dibebaskan tanpa syarat. Foto Rahmat Hidayat

Selain itu ditegaskan, kami masyarakat Aceh pecinta Habaib dan Ulama, kami bangsa Aceh tidak mau diadu domba dengan ulama karena ulama adalah orang tua kami dan habaib adalah orang yang terhormat.

Sementara ditanyai terkait hasil audiendi dengan Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi.? Tgk H Jalaluddin Mukhtar mengatakan bahwa Kapolres siap menjaga Bireuen dari propaganda antara masyarakat dan ulama.

Kapolres juga siap mengambil petuah-petuah dan petunjuk dari tuan-tuan guru yang ada di Bireuen, dan sangat tidak ingin terjadi hal-hal tidak diinginkan di Bireuen, karena Kapolres merupakan bahagian dari warga atau putra Kabupaten Bireuen.

“Kapolres sangat mencintai kerukunan dan kedamaian, antusias memperhatikan, menjenguk, dan mengharapkan petuah dari tuan-tuan guru, alim ulama di Bireuen,” ungkapnya dan hasil pertemuan Kapolres juga telah menerima pernyataan sikap yang disampaikan pihaknya dan berharap tututan tersebut terealisasi.

Sama-sama Kita Jaga Bireuen

Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi ditanyai wartawan dilokasi mengucapkan Alhamdulillah, bahwa hari ini Rabu 23 Desember 2020, telah dapat bertemu dengan ulama dan adik-adik dari aliansi masyarakat tersebut.

Untuk kegiatan aksi dilaksanakan hari ini telah selesai berjalan dengan baik dan lancar, penuh dengan rasa keislaman dan kekeluargaan. “Saya berterimakasih, kita dapat bersama-sama menjaga Bireuen, lindungi tuan-tuan guru kita dan ulama besar banyak ada di Bireuen,” pesannya.

Sedangkan ditanyai terkait dengan surat pernyataan sikap dan tuntutan aksi itu, kata Kapolres telah diterima dan untuk selanjutnya disampaikan kepada pimpinan Polri, tutup Kapolres AKBP Taufik Hidayat.

Isi pernyataan sikap

Pernyataan sikap diperoleh Acehsatu.Com dari Korlap Iskandar, diberikan kepada Kapolres. Menyikapi penahanan Habib Rizik Syihab (HRS) dan pembunuhan enam laskar FPI yang sedang mengawal HRS dalam perjalanan menuju pengajian.

Kami dari aliansi masyarakat/ormas pecinta habaib dan ulama Kabupaten Bireuen menyampaikan pernyataan sikap, yaitu. Bahwa pertama kami HRS adalah seorang ulama Habaib/Zuriyyah Rasulullah SAW yang telah banyak berjasa bagi umat dan bangsa.

Maka kami menilai bahwa proses hukum dan penahanan terhadap HRS terkesan sangat dipaksakan, oleh karena itu kami mendesak HRS segera dibebaskan. Bahwa kami mengecam keras pembunuhan terhadap enam anggota laskar FPI yang tersebut di atas.

Maka kami mendesak agar pelaku pembunuhan segera diseret ke pengadilan untuk dihukum dengan seberat-beratnya. Bahwa demi terciptanya ketenangan dan kesejukan, maka segala bentuk kriminalisasi/serangan kepada ulama dan para aktivis harus dihentikan.

Bahwa permasalahan antara pemerintah dan HRS hanya dapat diselesaikan melalui dialog, maka oleh karena itu kami meminta agar pemerintah segera melakukan dialog dengan HRS guna mencapai solusi terbaik bagi umat bangsa dan negara. (*).