Alhamdulillah! Jumlah Hewan Qurban Gampong Tanjung Selamat Meningkat di Tahun 2021

Masyarakat Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, patut mengucapkan rasa syukur kepada Allah Swt. Pasalnya di Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M, jumlah hewan qurban meningkat dari tahun lalu.
Pelaksanaan ibadah qurban di Gampong Tanjung Selamat, Rabu, (21/07/2021). Foto: ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Masyarakat Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, patut mengucapkan rasa syukur kepada Allah Swt. Pasalnya di Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M, jumlah hewan qurban meningkat dari tahun lalu.

Pada tahun 1441 H/2020 M, jumlah hewan qurban sebanyak 27 ekor yang terdiri 15 ekor lembu dan 12 ekor kambing, sedangkan tahun ini menjadi 42 hewan kurban yaitu 17 ekor sapi dan 25 ekor kambing. Data tersebut dihimpun ACEHSATU.com, Rabu, (21/7), melalui pihak Panitia Qurban Gampong Tanjung Selamat.

Fenomena ini menggambarkan bahwa Covid-19 memberi pengaruh terhadap peningkatan antusiasme warga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui pelaksanaan ibadah qurban. Padahal pandemi ini telah membuat ekonomi semakin menurun.

Ketua Panitia Tgk Murdani menyebutkan, Gampong Tanjung Selamat, alhamdulilah pada tahun ini akan menyembelih 42 hewan kurban atau meningkat dari tahun lalu, yang terdiri atas Lembu sebanyak 17 ekor dan Kambing 25 ekor. Idul Adha lalu hanya 27 ekor. Prosesi penyembelihan dan pembagian dilakukan di lapangan volly gampong setempat dengan cara bergotong royong.

Daging Kurban Aman Dikonsumsi dan Sehat

Hewan-hewan qurban yang disembelih di Gampong Tanjung Selamat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tim pemeriksa kesehatan hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (USK). Sehingga masyarakat mengkonsumsi daging kurban sehat.

Secara keseluruhan menurut hasil pemeriksaan ante mortem dan post mortem pada hewan qurban yang dilakukan pada, Rabu, (21/7) diketahu bahwasanya daging dan jeroan aman, utuh, dan sehat, sehingga dapat dikonsumsi.

Keuchik Salamun SH selaku penanggungjawab pelaksanaan kurban mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, Tuha Peut, Imam Masjid, Panitia, Kepala Dusun, BKM, Babinsa dan Babhinkamtibmas, dan Pemuda Gampong Tanjung Selamat yang telah bekerjasama menyukseskan ibadah qurban tahun ini, dan khususnya tim pemeriksa kesehatan hewan dari FKH USK yang telah membantu memastikan kesehatan hewan dan daging aman dikonsumsi.

Kriteria dan Syarat Hewan Qurban

Tim pemeriksa kesehatan hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (USK). Foto: (WUM)

Agar hewan qurban yang diqurbankan itu sah dan mendapatkan ridha Allah, berikut 3 (tiga) syarat serta kriteria yang harus diperhatikan sebagaimana dilansir Tirto.id:

Tidak semua hewan dapat diqurbankan

Hewan kurban mestilah hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, atau domba. Selain hewan-hewan tersebut tidak bisa dijadikan sebagai hewan kurban. Misalnya unggas, tidak dapat dijadikan sebagai hewan kurban. Oleh karena itu, ayam, bebek, burung, ikan dan hewan halal selain yang disebutkan di atas tidak bisa dikategorikan sebagai hewan kurban.

Firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj (ayat 34), “Dan bagi tiap-tiap umat, telah Kami syariatkan penyembelihan [kurban], supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka,” (QS. Al-Hajj [22]: 34).

Cukup usia

Hewan ternak yang akan dikurbankan haruslah mencapai usia minimal yang sudah diatur syariat Islam. Untuk hewan sapi atau kerbau minimal berumur dua tahun dan telah masuk tahun ketiga. Hewan kambing jenis domba atau biri-biri berumur satu tahun. Kambing jenis domba bisa berumur enam bulan jika yang berusia satu tahun sulit ditemukan. Dan kambing biasa (bukan domba/biri-biri) minimal usia satu tahun dan telah masuk tahun kedua.

Tidak cacat

Hewan ternak sebagai qurban yang paling baik adalah tidak ada aib atau cacat pada tubuhnya. Misalnya tidak buta, tidak pincang, putus telinga sebagian atau seluruhnya, terputus ekornya, dan hewan sakit yang kurus tubuhnya.

Meski begitu, hewan yang pecah atau patah tanduknya, maupun tak punya tanduk, tetap sah dijadikan hewan kurban.

Selain syarat di atas yang harus diperhatikan dengan baik, hewan qurban juga harus dalam kondisi sehat, hal ini dapat dilihat dari tampilan luar nya misalnya bulu yang bersih, berkilau, dan tubuh yang gemuk. Tidak ada bulu bulu yang rontok. (*)