Alat Selam dan Senter Terapung, Pemuda Pencari Lobter di Simeulu Hilang

"Korban dilaporkan hilang di laut saat sedang mencari lobster, Selasa (25/1/2022) sekira pukul 23.00 WIB. Informasi kehilangan disampaikan warga setelah melihat alat selam dan senter terapung tanpa ada pemiliknya" Koordinator Basarnas Simeulue Mahdi
warga tenggelam
Ilustrasi Tim Sar Melakukan Pencarian Korban yang hilang di Laut. Photo: acehsatu.com /ist

ACEHSATU.COM [ SIMEULUE – Seorang pemuda Kabupaten Seumeulu, Diki (23) warga Desa Situfa Jaya, Kecamatan Simeulue Tengah yang berprofesi sebagai nelayan pencari udang lobster dilaporkan hilang di perairan Pulau Simeulue.

Diki dilaporkan hilang setelah warga melihat alat selam dan senter milik korban terapung tanpa ada pemiliknya.

Baca : Kejari Sabang Tetapkan Dua Tersangka Pembangunan Taman Wisata Aneuk Laot

Koordinator Basarnas Simeulue Mahdi kepada wartawan, Rabu (26/1/2021) mengatakan, korban dilaporkan hilang di laut saat sedang mencari lobster, Selasa (25/1/2022) sekira pukul 23.00 WIB. Informasi kehilangan disampaikan warga setelah melihat alat selam dan senter terapung tanpa ada pemiliknya. 

Saat ini lanjut Mahdi, tim SAR dibantu TNI, Polri, dan masyarakat mencari korban dengan menyisir lokasi korban  hilang dan wilayah sekitarnya namun sampai saat ini korban belum ditemukan seperti dilansir aceh.antaranews.com

Nelayan Hilang

warga tenggelam
Ilustrasi Tim Sar Melakukan Pencarian Korban yang hilang di Laut. Photo: acehsatu.com /ist

Sebelumnya diberitakan, Sudah delapan hari empat nelayan tradisional asal Desa Bagedong Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulu belum kembali pulang dari melaut, diduga mereka tidak dapat kembali karena dampak cuaca ektrem.

Baca :Diguyur Hujan Deras, Enam Kecamatan Di Semeulue Terendam Banjir

Kepala Desa Bagedong meminta BPBD Seumeulu agar melakukan pencarian guna menyelamatkan empat nelayan ini.

“Empat nelayan  tradisional ini Samsuir (49), M. Alidin (45), Helmi (46) da Medi (40) mereka pergi melaut dengan membawa bekal untuk kebutuhan selama empat hari pada Minggu (12/12/2021), namun sampai saat ini suda delapan belum kembali pulang,” ujar Kepala Desa Badegong, Muhadi Tahir kepada wartawan, Senin (20/12/2021)

Dijelaskan Muhadi Tahir, pada hari keberangkatan melaut, keempat nelayan itu pergi melaut menggunakan perahu robin dengan tujuan Pulau Lasia dengan membawa bekal akomodasi untuk kebutuhan selama empat hari mencari ikan.

“Tapi sudah delapan hari mereka belum kembali juga. Akomodasi mereka diprediksi sudah habis sejak tiga hari yang lalu,” jelas Kades.

Baca :Sudah Delapan Hari Melaut, Nelayan Seumeulu Belum Kembali, BPBD Diminta Lakukan Pencarian

Pihaknya memperkirakan, keempat nelayan itu tidak dapat kembali dari Pulau Lasia ke Desa Latiung (tempat pelabuhan nelayan) akibat perahu mereka kecil dan tak sanggup menahan gelombong.

Untuk itu, pihaknya harap Kepala Desa Bagedong meminta bantuan pihak BPBD Seumeulu agar melakukan pencarian menyelamatkan keempat nelayan tersebut sehingga dapat kembali pulang dengan selamat (*)