Alasan Plt Gubernur Absen Rapat hingga Bikin Kesal Anggota DPRA

Sejumlah anggota DPR Aceh kesal karena Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dua kali absen sidang paripurna terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBA tahun 2019. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memberikan penjelasan terkait absennya Nova di persidangan.
Plt Absen paripurna
Ilustrasi rapat paripurna DPR Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Sejumlah anggota DPR Aceh kesal karena Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dua kali absen sidang paripurna terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBA tahun 2019. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memberikan penjelasan terkait absennya Nova di persidangan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan Nova tidak hadir dalam sidang paripurna yang digelar pada Senin (31/8) karena ada agenda kerja lain yang harus diikuti pada waktu bersamaan dan sudah disiapkan jauh hari. Iswanto menyebut Nova bukan sengaja tidak menghadiri sidang.

“Ketidakhadiran Pak Plt pada sidang Senin kemarin bukan suatu yang disengaja, apalagi dengan maksud melecehkan lembaga DPRA. Pak Plt selalu memposisikan DPRA sebagai lembaga perwakilan rakyat dan mitra kerja yang sangat beliau hargai,” kata Iswanto, Rabu (2/9/2020).

Menurut Iswanto, Nova mempunyai sejumlah agenda pada Senin, di antaranya melantik manajemen baru Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) untuk periode kerja tahun 2020-2025. Pelantikan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona.

“Pelantikan manajemen BPKS memang sudah sangat urgen dalam upaya mempercepat perputaran roda ekonomi BPKS untuk mengejar realisasi anggaran tahun 2020 yang masih 30 persen,” jelas Iswanto.

Iswanto menjelaskan, ketidakhadiran Nova juga tidak menyalahi hukum karena Plt Gubernur sudah mengutus perwakilan resmi. Sidang diwakili oleh Sekda Aceh Taqwallah.

“Berdasarkan peraturan perundang-undangan, apabila berhalangan hadir dapat diwakili oleh Sekretaris Daerah atau pejabat yang ditunjuk, kecuali wajib hadir pada pengambilan keputusan rancangan qanun sesuai pasal 93 ayat 4 peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi, Kabupaten dan Kota serta Pasal 138 Ayat 5 Peraturan DPR Aceh Nomor 1 Tahun 2019 tentang tata tertib DPR Aceh,” ujar Iswanto.

Sementara pada sidang Selasa (1/9), Nova disebut tidak hadir ke sidang paripurna karena mengikuti rapat vidcon dengan Presiden Joko Widodo pada pukul 10 pagi terkait penanganan COVID-19. Iswanto menyebut, Nova sudah mempunyai agenda penuh hingga 4 September besok dalam rangka menyukseskan kampanye Gebrak Masker Aceh (GEMA).

“Semua ini memang sudah diagendakan jauh hari sebelumnya. Untuk itu Pemerintah Aceh juga telah menyurati DPRA agar dapat menjadwalkan kembali rapat paripurna pada kesempatan berikutnya sesuai perundang-undangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Nova kembali tidak menghadiri sidang paripurna tentang penyampaian dan pembahasan rancangan qanun Aceh terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBA tahun 2019. Anggota DPR Aceh mengusulkan penggunaan hak interpelasi hingga mengancam memakzulkan Nova.

Ketua Komisi II DPR Aceh Irpannusir menyarankan anggota DPR Aceh melakukan lobi-lobi sehingga Nova menghadiri persidangan. Bila hal itu juga tidak berhasil, katanya, ada opsi menggunakan hak interpelasi hingga pemakzulan.

“Tapi kalau tidak (berhasil lobi-lobi), opsi yang terakhir seperti yang disampaikan oleh Iskandar. Secara konstitusi kita akan melakukan interpelasi. Bila perlu, kita gulingkan gubernur itu di dalam ruang ini. Jangan pernah takut,” kata politikus PAN ini. (*)