Alasan Kapolres Lhokseumawe Bubarkan Konvoi Berbendera Bulan Bintang

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan pembubaran serta penangkapan sejumlah pemuda berkonvoi bendera bulan bintang di Taman Riyadah karena tidak memiliki izin.
Kapolres Lhokseumawe
Ratusan sepeda motor mengikuti konvoi memperingati 148 tahun perang antara Aceh dengan Belanda dengan membawa bendera bulan bintang di Kota Lhokseumawe, Jumat (26/3/2021). Antara Aceh/HO

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE  — Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan pembubaran serta penangkapan sejumlah pemuda berkonvoi bendera bulan bintang di Taman Riyadah karena tidak memiliki izin.

“Sebelumnya polisi sedang mengamankan unjuk rasa massa Jaringan Aneuk Syuhada Aceh dalam rangka memperingati 148 tahun perang Aceh dengan Belanda,” kata AKBP Eko Hartanto di Lhokseumawe, Jumat.

Namun tiba-tiba, kata AKBP Eko Hartanto, polisi mendapatkan kabar dari Pos Lantas Cunda bahwa ada sekelompok pemuda berkonvoi dengan kendaraan bermotor membawa bendera bulan bintang tanpa ada izin.

Kapolres Lhokseumawe
Ratusan sepeda motor mengikuti konvoi memperingati 148 tahun perang antara Aceh dengan Belanda dengan membawa bendera bulan bintang di Kota Lhokseumawe, Jumat (26/3/2021). Antara Aceh/HO

"Petugas kepolisian mengambil tindakan tegas dengan membubarkan aksi konvoi tersebut di Taman Riyadah Kota Lhokseumawe," kata perwira menengah Polri tersebut.

Menurut AKBP Eko Hartanto, pihaknya menyelidiki lebih lanjut terkait motif konvoi pemuda dengan memegang dan membentangkan bendera bulan bintang tersebut.

"Polisi sudah mengamankan dua orang peserta konvoi dan sejumlah sepeda motor yang ditinggalkan. Kedua orang itu sedang dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut," sebut AKBP Eko Hartanto. (*)